Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Banyak yang menilai, baik masyarakat awam maupun ekonom, industri tekstil dan produk tekstil merupakan perusahaan dengan tingkat risiko kegagalan paling tinggi. Tetapi, perusahaan tekstil ini justru mampu menghapus anggapan tersebut.
PT Sri Rejeki Isman (Tbk) (SRIL) yang telah berdiri sejak 49 tahun silam, mencatatkan perusahaannya sebagai perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara. Meski sudah melewati berbagai krisis ekonomi, perusahaan yang berulang tahun pada 16 Agustus 2015 lalu ini memiliki kinerja yang semakin kuat.
Pada tahun 2014, misalnya, laba bersih perusahaan naik 50% dibandingkan laba bersih tahun 2013, yaitu sebesar US$ 45 juta atau sekitar Rp 540 miliar. Sementara untuk kuartal pertama tahun ini, perusahaan sudah mencetak laba sebesar US$ 14 juta atau sekitar Rp 182 miliar.
" Strategi yang dijalankan manajemen yang meliputi ekspansi kapasitas produksi, peningkatan efisiensi, dan kualitas produksi, pengembangan diversivikasi produk, perluasan jaringan pelanggan, serta penghematan byata merupakan strategi yang jitu dalam menghadapi persaingan global maupun situasi yang penuh tantangan," tulis keterangan pers, Senin, 24 Agustus 2015.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 29 Juni 2015, perusahaan telah menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 100 miliar sebagai wujud komitmen perusahaan kepada pemegang saham atas pencapaian kinerja yang baik di tahun 2014.
" Jumlah dividen tunai tersebut hampir 3 kali lipat dari dividen tunai tahun sebelumnya," tulis keterangan pers itu.
Bahkan, pada 17 Agustus 2015, perusahaan ini mencanangkan program penciptaan 10.000 investor baru yang diikuti lebih 10.000 karyawan SRITEX.
" Hal ini mendapat apresiasi dari Pasar Modal dan juga tercatat sebagai rekor penciptaan investor saham terbanyak dalam satu perusahaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya