Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Transfer Dana Rp18,9 Triliun Ini Menjadi Sorotan Publik Belakangan Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menganalisis kasus transfer dana Rp18,9 triliun. PPATK menduga ada penggelapan pajak dalam kasus ini.
“ Dugaan sementara itu adalah tax evasion (tax fraud),” kata Wakil Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, kepada Dream lewat pesan tertulis, di Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.
Dian mengatakan PPATK telah mengirim hasil analisisnya kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Dia enggan berkomentar lebih lanjut tentang garis besar analisisnya.
“ Untuk detailnya, saya kira lebih baik menanti hasil investigasi DJP atas hasil analisis kami. Kami akan terus berkoordinasi dengan DJP atau aparat penegak hukum lain just in case ada tindak pidana lain (selain tax fraud),” kata Dian.
PPATK juga tak mau menyimpulkan kasus ini termasuk Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Instansi pemerintah ini terus mendalami kemungkinan TPPU-nya.
“ Saya kira agar tidak menimbulkan simpang siur dan tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu, lebih baik kita tunggu dulu hasil investigasi DJP dan keterangan yg akan disampaikan mereka,” kata dia.
© Dream
Dream - Transfer uang dari bank Standard Chartered di Guernsey, Inggris, ke Singapura, tengah diselidiki oleh otoritas keuangan kedua negara. Transfer itu dianggap mencurigakan.
Menurut New York Times, jumlah uang yang ditransfer sejumlah nasabah itu mencapai US$1,4 miliar atau sekitar Rp18,9 triliun. Sebagian klien diduga memiliki hubungan dengan militer Indonesia.
Laman BBC, yang mengutip laporan Bloomberg, menyebut rekening-rekening itu ditandai sebagai akun mencurigakan. Media asal Inggris ini melaporkan, pihak Standard Chartered Plc menolak berkomentar. Demikian pula dengan Otoritas Layanan Keuangan Britania.
Sementara, laman International Investment mencurigai waktu terjadinya transfer dari Guernsey ke Singapura ini. Sebab dilakukan pada semester ke dua tahun 2015, sebelum Guernsey mengadopsi Common Reporting Standard, peraturan global untuk pertukaran data pajak, yang dimulai pada 2016.
© Dream
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjend Wuryanto, mengaku belum mendapat informasi adanya nasabah penransfer uang yang disebut-sebut terkait dengan militer Indonesia itu. " Saya belum mendapat informasi, coba tanya ke Dirjen Pajak," kata dia, saat dihubungi Dream, Sabtu 7 Oktober 2017.
Sedangkan, Direktorat Jenderal Pajak Indonesia telah menerima informasi adanya transfer uang dari sejumlah klien Standard Chartered Guernsey ke Singapura itu. Mereka masih menindaklanjuti informasi tersebut.
" Tentunya kan ditindaklanjuti apa untuk masalah perpajakannya di Indonesia. Tapi saya belum bisa sampaikan apa-apa untuk saat ini," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama, kepada Dream.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya