Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Uang Riyal Arab Saudi (sumber: Http://www.arabianbusiness.com)
Dream - Sebanyak 6 juta warga Arab Saudi bakal menikmati bonus gaji dua bulan yang diumumkan oleh Raja barunya, Salman bin Abdulaziz. Dengan gaji rata-rata 10 ribu riyal atau Rp 33,6 juta, kejutan ini pastinya menambah kantong warga negara kaya tersebut.
Titah Raja Salman pun ditanggapi positif kalagan pengama ekonomi di Saudi. Tambahan pemasukan dua bulan gaji akan menambah daya beli pegawai negeri, tentara, pensiunan dan mahasiswa Saudi.
Pakar ekonomi Osama Filali memperkirakan, masyarakat yang terdampak kebijakan baru Raja Salman ini akan cenderung membelanjakan uangnya untuk barang-barang konsumer. Untuk itu, dirinya berharap menteri perdagangan Saudi harus mengintervensi pasar agar harga barang-barang stabil.
" Masalahnya, menggelontorkan miliaran riyal ke pasar akan menyebabkan inflasi dan kenaikan harga," kata Filali kepada koran Al-Madinah seperti dikutip laman Arabnews, Kamis, 5 Februari 2015.
Filali menambahkan, mereka juga tidak akan menghabiskan uangnya untuk berwisata karena bonus gaji yang dibayarkan berbarengan dengan mulainya semester kedua sekolah.
Peneliti ekonomi Abdullah Al-Alami mengatakan kepada Arab News, sekitar 6 juta orang akan menikmati bonus gaji dua bulan tersebut. Tambahan pemasukan ini diperkirakan arus masuk ke dalam investasi jangka panjang.
" Secara umum, saya melihat ini sebagai peningkatan laju pertumbuhan uang beredar, bukan hanya peningkatan jumlah uang," katanya.
Sementara itu Abdullah Dahlan, pengusaha di Jeddah, menilai bonus gaji ini akan berdampak positif di masyarakat. Namun dirinya berharap masyarakat tidak menghabiskan uangnya untuk produk konsumer.
Selain itu, pedagang juga tidak boleh menggunakan kesempatan ini untuk menaikkan harga. Pasalnya, biaya barang impor telah menurun sebesar 20 persen sejak harga minyak turun.
Pakar ekonomi Farooq Al-Khateeb mengatakan bonus gaji tersebut adalah rejeki besar, terutama bagi orang-orang dengan pendapatan rendah yang telah menderita karena kenaikan harga.
Ia percaya bahwa 30 persen dari uang ini akan digunakan untuk produk konsumer, terutama gadget elektronik seperti ponsel. Sementara yang menabung untuk perumahan hanya 20 persen, transportasi 20 persen, dan sisanya untuk pariwisata.
Beberapa pakar ekonomi telah memperkirakan bahwa kerajaan akan membayar lebih dari 70 miliar riyal jika olahragawan, guru dan asosiasi profesi lainnya juga diperhitungkan mendapat bonus gaji 2 bulan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya