6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Salah Satu Iklan Perusahaan Malaysia Yang Dianggap Melecehkan TKI.
Dream - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Marwan Jafar mengajak masyarakat lebih memilih transmigrasi ketimbang jadi Tenaga Kerja Indonesia. Ajakan ini muncil menyusul iklan pelecehan terhadap profesi asisten rumah tangga TKI yang tersebar di Malaysia.
" Menjadi transmigran jelas lebih baik, lebih jelas nasibnya, lebih menjanjikan masa depannya ketimbang menjadi pekerja migran di luar negeri tanpa dibarengi skill yang memadai," ujar Marwan dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.co.id, Kamis, 5 Februari 2015.
Menurut data Kemendesa PDTT, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi TKI mencapai 6,5 juta jiwa. Seperlima dari jumlah itu atau sekitar 1,3 juta jiwa bekerja legal di Malaysia.
Marwan menilai banyak risiko yang harus ditanggung penduduk Indonesia jika memilih menjadi TKI. Selain berpisah jauh dari keluarga, TKI juga terancam mendapat perlakuan kurang manusiawi, bahkan terjerat masalah hukum.
Contoh terakhir adalah iklan RoboVac Malaysia tentang penawaran alat pembersih lantai dan kolam renang. Dalam iklan tersebut tertulis kalimat 'Fire your Indonesian maid now!' (Pecat pembantu Indonesia Anda sekarang!).
Bagi Marwan, program transmigrasi merupakan pilihan paling tepat untuk meraih masa depan lebih baik. Fakta menunjukan keberhasilan pelaksanaan program transmigrasi mampu memberikan lapangan kerja dan kesejahteraan bagi 2,2 juta keluarga atau sekitar 8,8 juta transmigran.
Program transmigrasi juga telah membentuk 1.168 desa, 385 kecamatan, dan 104 kabupaten/kota baru. Lebih hebatnya, dua ibu kota provinsi berkembang dari sebelumnya merupakan unit permukiman transmigrasi seperi Mamuju merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat serta Tanjung Alor atau Bulungan merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara.
" Ayo ikut transmigrasi saja, enggak perlu cari kerja ke luar negeri yang banyak masalah itu. Menjadi transmigran langsung dapat perumahan, dapat biaya hidup setahun, dapat pelatihan kerja, modal kerja dan peralatan kerja, dapat lahan yang jika digarap dengan produktif bisa jadi sumber rejeki yang cukup untuk hidup layak dan sejahtera," ajak Menteri Marwan penuh semangat. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya