Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Bank Indonesia (BI) baru saja menurunkan uang muka pembelian rumah. Aturan pelonggaran loan to value (LTV) di sektor properti mendapatkan respons positif bagi perbankan syariah.
Corporate Secretary PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Dharmawan D. Hadad, menilai pelonggaran batas minimal uang muka ini dapat meringankan nasabah.
“ Kami berharap kebjakan ini dapat menggenjot pertumbuhan pembiayaan Griya BSM. Dengan kebijakan itu, pembayaran uang nasabah menjadi ringan,” kata Dharmawan dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 1 September 2016.
Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero) ini memiliki aturan nasabah hanya menyetorkan uang muka sebesar 10-15 persen dan mereka menyediakan pembiayaan properti sebesar 85-90 persen. Sementara itu, uang muka 10 persen ditujukan untuk rumah berukuran maksimal tipe 70 persen.
Dharmawan menegaskan, BSM termasuk bank yang memenuhi aturan penyaluran KPR, yaitu memiliki rasio net performing finance (NPF) dan rasio pembiayaan KPR mereka kurang dari 5 persen.
Hingga Juli 2016, angka pembiayaan griya BSM tumbuh 13,95 persen dari Rp8,22 triliun pada Juli 2015 menjadi Rp9,36 triliun.
“ Relaksasi tersebut diharapkan memudahkan pencapaian target pertumbuhan BSM Griya sampai dengan akhir 2016 ini yang sebesar 16,13 persen,” kata dia.
Sementara manajemen PT BNI Syariah menyambut baik penurunan uang muka properti. Dengan adanya pelonggaran LTV ini, Pelaksana Tugas Direktur BNI Syariah, Kukuh Rahardjo, optimistis bank syariah ini bisa mencapai target pertumbuhan bisnis KPR syariahnya, Griya iB Hasanah, di angka 16-17 persen pada akhir tahun ini.
“ Insya Allah tercapai,” kata Kukuh ketika dihubungi Dream di Jakarta.
Sekadar informasi, saat ini pembiayaan KPR BNI Syariah tumbuh 8-9 persen. Sampai Agustus, pembiayaan KPR BNI Syariah sudah menyentuh angka Rp9 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya