Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Saat ini, Indonesia sedang menyiapkan diri menjadi tuan rumah dari Islamic Investment Infrastructure Bank. Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, bank ini nantinya akan menjadi bank infrastruktur dengan pendekatan berbasis syariah.
“ Rata-rata kalau seperti World Bank atau ADB itu konvensional. Sementara IDB, kan campur-campur tidak hanya infrastruktur, ada agriculture, health, dan lain-lain,” jelas Bambang seperti dikutip dari laman situs Kemenkeu, Kamis, 16 April 2015.
Bambang menjelaskan institusi ini nantinya akan menggunakan instrumen surat utang syariah (sukuk) berbasis proyek. “ Jadi kalau sukuk untuk keperluan project ini makin besar dan bisa difasilitasi oleh bank ini, saya yakin sukuk akan makin kuat sebagai posisi untuk sumber pembiayaan infrastruktur,” tambahnya.
Selain itu, yang istimewa dari bank infrastruktur ini adalah peminjamnya dapat bersifat umum, bukan hanya dari Negara-negara Islam atau proyek berlandaskan Islam saja.
“ Peminjamnya boleh siapa saja, tapi bank itu menjalankan investasinya dengan berpedoman pada keuangan syariah,” ujar Bambang.
Ia menaruh harapan besar bank ini dapat berkembang pesat sehingga ke depannya, tidak ada lagi batasan dalam pembiayaan untuk membangun infrastruktur.
“ Begitu antusiasme muncul, kita menemukan model yang tepat, di dunia ini tidak akan lagi batasan untuk membangun infrastruktur. Karena bisa cari konvensional, bisa cari Islamic,” pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya