6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Datuk Vida (myMetro)
Dream - Menjadi kaya raya tak harus bekerja membabi-buta dengan meninggalkan ibadah. Doa hendaknya menjadi pengiring usaha untuk meraih keberhasilan. Dan itulah rahasia sukses miliader asal Malaysia, Datuk Seri Dr Hasmizah Othman.
" Saya amalkan salat hajat 10 kali sehari sebelum dan selepas salat fardu, selain menunaikan salat sunat Dhuha setiap hari agar perjalanan hidup saya dimudahkan dan dimurahkan rezeki,” kata perempuan yang karib disapa Datuk Vinda itu, dikutip Dream dari myMetro, Rabu 6 Januari 2016.
Perempuan berusia 44 tahun ini adalah pemilik wisma kecantikan, Wisma Vida Beauty, yang bernaung di bawah bendera Vida Beauty Sdn. Bhd. Produk paling fenomenal mereka adalah Qu Puteh.
Vida Beauty kini punya 400 gerai dengan ratusan pegawai. Tak hanya tersebar di Malaysia, melainkan juga di Singapura dan Brunei Darussalam. Tujuh tahun silam, Datuk Vida juga memperkenalkan produk minuman kesehatan, Pamoga.
Salah satu lambang kesuksesan Datuk Vida adalah keberanian memberikan dana sponsor sebesar RM 3 juta atau sekitar Rp 9,5 miliar untuk Anugerah Juara Lagu ke-29. Sebuah ajang penghargaan tahunan bagi karya musik di Malaysia.
Dan semua keberhasilan itu, menurut Datuk Vida, berkat doa kepada Tuhan. “ Alhamdulillah sejak berdagang saya tak pernah gagal untuk melaksanakan kewajiban ini meskipun kehidupan saya sudah senang dan usaha semakin maju.”
Tapi kehidupan Datuk Vida tak melulu mulur. Lulusan Universiti Sains Malaysia ini harus merangkak dari bawah. Dia masih ingat harus menjual sebidang tanah untuk masuk kuliah.
Tanah itu dijual dengan harga Rp 41 juta. Dan kini harganya lebih dari sepuluh kali lipat. Tapi tak perlu menyesal. Sebab, pengorbanan itu pula yang mengantarkannya ke dalam tahap ini.
Semasa kuliah, dia harus membanting tulang. Pada masa libur semester, dia bekerja penuh untuk mengumpulkan biaya. Selain menjadi buruh paruh waktu pada gerai makanan cepat saji.
Dan pada 15 tahun silam, Datuk Vida melihat peluang. Dia paham pasar Malaysia kala itu tengah dibanjiriproduk kecantikan dari luar negeri. Maka dia memberanikan diri untuk membuat produk kecantikan.
“ Saya sebenarnya khawatir jika kemitraan saya ini dianggap sebagai pamer sehingga menimbulkan riak tetapi saya memandang itu dari sudut positif dan berharap semua ini menjadi contoh,” tutur Datuk Vida. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
