Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menjelang Datangnya Bulan Suci Ramadan, Dua Indeks Syariah Menguat Pada Penutupan Perdagangan, Jumat 26 Mei 2017.
Dream - Menjelang bulan Ramadan, indeks syariah menguat pada penutupan perdagangan, Jumat 26 Mei 2017. Bahkan, kedua indeks syariah mendekam di zona hijau seharian ini.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 0,932 poin (0,51%) ke level 183,468. Pada pembukaan perdagangan, indeks ini menguat di level 182,872 dan menyentuh level tertinggi di level 183,675.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), pun demikian. Indeks JII ditutup menguat 4,258 poin (0,58%). Sama halnya dengan ISSI, JII menguat di level 735,311 pada pembukaan perdagangan dan menyentuh level tertinggi di angka 739,290.
Mayoritas indeks sektoral menghijau pada penutupan perdagangan. Indeks infrastruktur menguat paling tinggi, yaitu naik 1,72 persen, disusul oleh indeks pertambangan 0,63 persen.
Hanya ada dua indeks sektoral yang melemah, yaitu indeks barang konsumsi yang turun 0,39 persen dan manufaktur 0,15 persen. Namun, pelemahan dua indeks ini tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perdagangan.
Emiten-emiten keping biru syariah yang menjadi top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp475, AALI Rp150, SILO Rp150, TLKM Rp110, dan PGAS Rp80.
Sebaliknya, emiten-emiten JII yang menjadi top loser adalah LPPF yang harga sahamnya terkoreksi Rp750, AKRA Rp100, ADHI Rp60, INDF Rp50, dan SSMS Rp30.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 37 poin (0,28%) ke level Rp13.318 per dolar. Kurs rupiah terhadap dolar AS sempat menguat di level Rp13.270 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya