Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siapa Sangka Palestina Juga Punya Sederet Miliarder?
Dream – Palestina ini merupakan negara yang diakui di Timur Tengah. Namun, sebagian besar areanya diklaim oleh Israel. Salah satunya adalah Yerusalem yang menjadi rebutan Palestina dan Israel.
Meski negaranya dilanda aksi kekerasan yang tak kunjung usai akibat penjajahan Israel, semangat warganya untuk hidup bahagia tak pernah pupus. Palestina masih bisa “ melahirkan” orang-orang sukses yang kini menjadi miliarder.
Para miliarder ini memang tak semuanya tinggal di Palestina. Tapi darah sebagai orang Palestina mengalir di tubuh mereka. para hartawan itu tak lupa dengan tanah kelahirannya. Sebagian dari mereka berjuang untuk kesejahteraan Palestina dengan caranya masing-masing.
Dilansir dari rinchincomeways.com, Jumat 15 Desember 2017, contohnya Munib al Masri. Pria kelahiran 1934 ini terkenal dengan julukan “ Rostchild”-nya Palestina. Al Masri ini merupakan pelaku industri dan negarawan Palestina. Pada tahun 2016, kekayaannya ditaksir mencapai US$5 miliar (Rp67,85 triliun).
Dia adalah ketua EDGO Group dan PADICO—grup perusahana yang berkecimpung di bidang telekomunikasi, pembangunan, energi, perbankan, keuangan, dan pariwisata. Tak hanya sebagai pelaku pebisnis, Al Masri juga merupakan seorang filantropi.
Miliarder Palestina yang kedua adalah Adil Al Ishaq dan keluarga. Keluarga ini tinggal di Amerika Serikat. Namun, Adil lahir dan tumbuh di Palestina.
Sumber pendapatan keluarga ini berasal dari bisnis keluarga yang dikenal dengan Al-Ishaq Group. Total kekayaannya sebesar US$4,7 miliar (Rp63,78 triliun).
Miliarder selanjutnya adalah Bahaa Hariri. Bahaa merupakan anak pertama dari mantan perdana menteri Lebanon, Rafik Hariri. Dia bekerja di perusahaan konstruksi milik keluarganya, Saudi Oger. Nilai kekayaannya sebesar US$3 miliar (Rp40,71 triliun).
Yang keempat adalah Bashar al Masri. Pebisnis Amerika Serikat berdarah Palestina ini menjadi sorotan. Bashar membangun proyek mewah senilai US$1,4 miliar (Rp19 triliun) di Tepi Barat dan mengubahnya menjadi suar baru Palestina.
Tercatat, pada 2016, kekayaannya sebesar US$1,5 miliar (Rp20,36 triliun).
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya