Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Hingga akhir September 2015, posisi cadangan devisa Indonesia berada di level US$ 101,7 miliar. Angka ini turun dibandingkan posisi cadangan devisa akhir Agustus 2015 yang sebesar US$ 105,3 miliar.
Dari data yang dilansir melalui laman Bank Indonesia (BI), Senin 12 Oktober 2015, perkembangan tersebut disebabkan oleh penggunaan cadangan devisa dalam rangka pembayaran utang luar negeri pPemerintah dan dalam rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah.
“ Hal tersebut sejalan dengan komitmen Bank Indonesia yang telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.
Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa per akhir September 2015 masih cukup untuk membiayai 7 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. (Ism)
© Dream
Dream - Terlahir di keluarga kaya bisa dikatakan bonus tetapi juga ujian. Mungkin saja mereka tidak pernah merasakan kelaparan atau bingung melanjutkan pendidikan, tetapi mereka harus memutar otak mereka menjaga keberlangsungan bisnis keluarga.
Bukan perkara mudah karena semua pihak menyorot sepak terjang mereka menjaga pundi-pundi keuangan keluarganya.
Rupanya tidak hanya di luar negeri, keluarga konglomerat pun tersebar di tanah air. Uniknya, mereka bukanlah pengusaha di sektor besar, tapi bisa membesarkan sektor kecil.
Mereka dari 'pedagang' rokok hingga 'penjual' mie instan, tapi bisnisnya mampu meraup laba yang tidak sedikit dan kekayaannya kini bisa diturunkan untuk generasi-generasi selanjutnya
Mau tahu lima keluarga Indonesia terkaya, klik link ini http://bit.ly/1Ow0OGp
© Dream
Dream - Majalah ekonomi Forbes untuk pertama kalinya merilis daftar keluarga terkaya di Asia. Sebanyak 50 bisnis keluarga terkaya masuk dalam daftar tersebut.
Sedikitnya tercatat ada lebih dari 500 keluarga kaya di kawasan Asia. Total kekayaan bernilai US$ 2,9 miliar terekam dalam data Forbes.
Harta kekayaan itu berasal dari valuasi harga saham dan kurs rupiah pada 25 September. Banyak bisnis keluarga ini sudah terdaftar sebagai perusahaan publik. Namun pengaruh mereka dalam perusahaan belum sepenuhnya lepas.
Sebagai mesin ekonomi dunia, keluarga kaya dari Tiongkok mengisi hampir separuh penghuni daftar ini.
Namun, tak banyak keluarga kaya ini berasal dari Tiongkok Daratan yang banyak dihuni miliarder muda dan baru tahap generasi pertama. Sementara India menyumbang 14 keluarga terkaya berasal dari India.
Untuk masuk dalam daftar keluarga terkaya ini, Forbes mensyaratkan agar bisnis mereka masih bertahan minimal tiga generasi.
Berikut adalah deretan 10 keluarga terkaya di Asia:
1. Keluarga Lee (Byung-Chull)
Harta kekayaan: US$ 26,6 miliar
Sumber: Samsung
Warga Negara: Korea Selatan
2. Keluarga Lee (Shau Kee)
Harta kekayaan: US$ 24,1 miliar
Sumber: Henderson Development
Warga Negara: Hong Kong
3. Keluarga Ambani
Harta kekayaan: US$ 21,5 miliar
Sumber: Reliance Group
Warga Negara: India
4. Keluarga Cheravanont
Harta kekayaan: US$ 19,9 miliar
Sumber: Charoen Pokkphand (CP) Group
Warga Negara: Thailand
5. Keluarga Kwok
Harta kekayaan: US$ 19,5 miliar
Sumber: Sun Hung Kai & Co
Warga Negara: Hong Kong
6. Keluarga Kwek/Quek
Harta kekayaan: US$ 18,9 miliar
Sumber: Hong Leong Group
Warga Negara: Malaysia
7. Keluarga Premji
Harta kekayaan: US$ 17 miliar
Sumber: Wipro
Warga Negara: India
8. Keluarga Tsai (Wan-Tsai)
Harta kekayaan: US$ 15,1 miliar
Sumber: Cathay Financial
Warga Negara: Taiwan
9. Keluarga Hinduja
Harta kekayaan: US$ 15 miliar
Sumber: Hinduja Group
Warga Negara: Inggris
10. Keluarga Mistry
Harta kekayaan: US$ 14,9 miliar
Sumber: Shapoorji Pallonji Group
Warga Negara: India
(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya