Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pembayaran Dengan Kartu. (Foto: Shutterstock)
Dream – Perusahaan teknologi pembayaran global, Visa, saja merilis kajian Consumer Payment Attitudes Study 2016. Dalam kajian itu, Visa menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan kartu pembayaran elektronik daripada uang tunai pada 2016.
Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 29 Agustus 2017, ada 80 persen masyarakat Indonesia yang membayar dengan kartu. Jumlahnya meningkat dari 69 persen pada tahun 2016.
Kajian ini juga menunjukkan 34 persen responden di Indonesia hanya membawa sedikit uang tunai. Sebanyak 59 persen responden menganggap uang tunai tak lagi aman. Jumlah masyarakat yang mengandalkan uang tunai semakin berkurang dari 31 persen pada 2015 menjadi 20 persen pada 2016.
Sekitar 53 persen responden mengakui bahwa saat ini mereka memiliki lebih banyak kartu pembayaran dibandingkan dengan lima tahun yang Ialu.
Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Harianto Gunawan, mengatakan tren non tunai didorong oleh konsumen yang semakin menginginkan alat bayar yang aman, cepat, dan tanpa kendala.
”Penelitian kami menunjukkan bahwa masalah keamanan merupakan salah satu penyebab masyarakat berpindah ke kartu pembayaran eletronik seperti kartu debit, kredit, ATM, dan uang elektronik. Responden lainnya lebih suka menggunakan metode nontunai sebab lebih mudah dan tidak merepotkan dibandingkan dengan menggunakan uang tunai," kata Harianto di Jakarta.
Harianto mengatakan metode pembayaran di negara-negara Asia Tenggara termasuk di Indonesia telah mengalami perkembangan yang luar biasa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Inovasi teknologi baru, akses internet yang semakin luas, serta semakin banyaknya masyarakat yang memiliki perangkat mobile merupakan hal-hal yang mendorong perkembangan pesat dalam melakukan transaksi pembayaran.
Pertumbuhan smartphone di Indonesia juga menjadi pendorong pertumbuhan perdagangan online. Dalam penelitian tersebut, 82 persen responden mengakui bahwa mereka menggunakan smartphone untuk berbelanja dan sekitar 47 persen responden menggunakan smartphone-nya setiap minggu.
Pengguna smartphone tersebut terdiri dari 88 persen konsumen Generasi Y dan 73 persen konsumen Generasi X. Pada dasarnya, konsumen saat ini mulai berpaling ke pembayaran mobile sebab lebih mudah, nyaman. dan dapat melakukan pembelian di mana saja dan kapan saja.
Selanjutnya, penelitian tersebut menyatakan bahwa ada on-demand services, --sebuah layanan yang diciptakan oleh perusahaan teknologi dalam rangka memenuhi permintaan konsumen dengan menyediakan barang dan jasa dengan cepat-- saat ini mengalami peningkatan yang pesat.
Sedikitnya 65 persen masyakarakat Indonesia mengaku pernah menggunakan on-demand services yang disediakan oleh Gojek, Uber, dan Grab untuk memesan taksi, memesan tiket perjalanan, mengantarkan makanan, dan berbelanja.
" Konsumen saat ini tidak suka berlama-lama mengantre di kasir. Mereka lebih suka berbelanja dari rumah menggunakan aplikasi mobile dan barangnya diantarkan langsung ke rumah. Para konsumen lebih suka dengan taksi yang datang menjemput mereka, dan lebih memilih untuk memesan hotel secara online melalui smartphone," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya