Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Fenomena "om Telolet Om" Tidak Hanya Viral Di Indonesia, Bahkan Mendunia.
Dream – Fenomena “ om telolet om” beberapa hari ini menjadi viral, bahkan sampai go international. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, salah satunya Kementerian Perhubungan.
Kabarnya, kementerian yang dipimpin oleh Budi Karya ini bahkan berencana menggelar kontes klakson bus “ om telolet om”. Benarkah?
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, membenarkan kabar itu. Menurut dia, kontes klakson “ om telolet om” akan diikuti oleh bus-bus yang memiliki klakson berbunyi “ telolet”.
“ Iya, mau ngadain (kontes klakson bus) om telolet om,” kata Bambang ketika dihubungi Dream di Jakarta, Kamis 22 Desember 2016.
Namun, Kemenhub masih belum menentukan kontesnya seperti apa. Konsep kontes klakson bus ini masih dirancang oleh Kementerian Perhubungan.
Pemerintah melihat fenomena “ om telolet om” ini sebagai kembalinya kecintaan masyarakat terhadap angkutan bus.
Bambang mengatakan angkutan bus berkeluh kesah karena animo masyarakat untuk bepergian dengan angkutan darat ini berkurang. Masyarakat lebih suka bepergian dengan sepeda motor atau kendaraan pribadi lainnya.
“ Dengan ‘om telolet om’ ini, bus kembali dicintai. Ini momentum yang tepat (untuk mengembalikan animo masyarakat terhadap bus),” kata dia.
© Dream
Dikabarkan bahwa kontes tersebut akan digelar tiga minggu lagi alias Januari 2017. Bambang membenarkan rencana tersebut. Sebab, Kementerian Perhubungan tengah fokus terhadap Angkutan Natal dan Tahun Baru 2017 yang digelar pada 18 Desember 2016-9 Januari 2017.
“ Rencananya kalau bisa. Kami sedang konsentrasi untuk Angkutan Natal dan Tahun Baru. Kalau masyarakat ingin memberikan saran, bisa menghubungi ke Contact Center 151,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya