Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Teknologi Sering Digunakan Oleh Masyarakat Untuk Berbelanja.
Dream - Perkembangan teknologi, terutama teknologi internet, berkembang dengan pesat di Indonesia. Teknologi tak bisa lagi dianggap sebagai ancaman bagi dunia bisnis, terutama bagi bisnis tradisional, melainkan sebuah peluang
“ Internet yang ada di Indonesia itu berevolusi,” kata CEO Tokopedia, William Tanuwijaya dalam acara konferensi pers “ Ideafest 2016” di Jakarta, Rabu 14 September 2016.
William menjelaskan, sepuluh tahun silam, masyarakat menggunakan situs internet untuk memperoleh informasi berita dan berkomunikasi. Kini, masyarakat tak perlu lagi mengakses situs untuk mendapatkan keduanya. Mereka bisa melakukan komunikasi dan mendapatkan berita lewat jejaring sosial.
“ Sekarang, gerbang utama informasi itu social media dan bukan situs lokal,” kata dia.
Teknologi internet saat ini berkembang tanpa batas alias borderless. Kini pebisnis di luar negeri dapat leluasa mengakses bisnis di tanah air hanya dengan menggunakan teknologi internet. Bahkan, raksasa e-Commerce asal Tiongkok, Alibaba sudah bersiap masuk ke Indonesia untuk meramaikan bisnis e-commerce.
“ Teknologi itu borderless dan kita langsung berhadapan dengan global. Ini peluang bagi Indonesia untuk berkompetisi dengan global,” kata dia.
William menyarankan, pengusaha dalam negeri sebetulnya bisa melakukan langkah antisipatif terhadap temuan itu. Salah satunya adalah mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan membuat produk berdasarkan kebutuhan pasar. Itulah cara bertahan di era perubahan teknologi.
“ Untuk bertahan, kita harus men-deliver produk yang diinginkan konsumen. Tanda kualitatif pun harus seperti pemain global,” kata dia.
Namun William sepertinya masih menyimpan trik lain untuk menguasai teknologi internet. Dia baru akan menyampaikannya dalam sesi acara Ideafest 2016. Sekadar informasi, pria ini termasuk sebagai salah seorang pembicara di acara yang akan dihelat pada 23-24 September 2016.
“ Saya akan berbicara tentang skill (untuk) menghadapi perubahan yang begitu cepat, adaptasi (terhadap perubahan), leadership, serta melihat demand pasar,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya