Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tersulut rebound yang dimotori bursa saham Tiongkok, indeks acuan saham syariah akhirnya menutup perdagangan di zona hijau. Penguatan ini dibayangi dengan aksi jual investor asing yang melonjak.
Penutupan positif bursa saham juga berimbas pada laju kurs rupiah. Meski masih di level 14.000, rupiah sore ini naik tipis 5 poin (0,04%) menjadi 14.261 per dollar AS.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 8 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,467 poin (0,34%) ke level 136,322.
Angin positif dari bursa Tiongkok juga berhembus pada saham-saham bluechips syariah. Naik 2,014 poin (0,36%), Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat di level 567,339.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya mengawali perdagangan dari zona merah. ISSI bahkan sempat jatuh ke level 134,566.
Begitu pula dengan JII yang menyentuh level tertinggi 568,980, sempat jatuh ke level terendah 557,374.
Munculnya aksi beli investor mendorong 109 emiten syariah masuk zona hijau. Sebanyak 21 diantaranya merupakan emiten-emiten penghuni indeks bluechisp syariah JII.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,41 triliun dengan 40,46 miliar saham yang berpindahtangan.
Daftar top gainer JII kali ini dihuni oleh SMGR yang menguat Rp 425, AALI Rp 175, AKRA Rp 175, SILO o 125, dan WIKA Rp 85 per saham.
Sebaliknya, UNVR mengisi daftar top losser usai melemah Rp 400. Disusul LPPF yang turun Rp 375, INTP Rp 150, ITMG Rp 100, dan JSMR Rp 55 per saham.
Aksi rebound bursa Asia juga melambung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat jatuh ke level 4.269,476. Naik 17,226 poin (0,40%), IHSG ditutup menguat ke level 4.318,591.
Lantai bursa kali ini berhasil menghimpun dana Rp 4,48 triliun namun Rp 712 miliar merupakan aksi jual investor asing.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya