Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Bank Indonesia (BI) merilis aturan transaksi lindung nilai (hedging) syariah. Bank sentral telah memikirkan berbagai pertimbangan sebelum meluncurkan aturan hedging syariah ini.
Salah satunya pertimbangan utama BI adalah transaksi valuta asing serta dana haji dan umrah. Selama ini, perhitungan biaya haji memang menggunakan patokan mata uang dolar AS.
" Ada pertimbangan yang menjadi concern mengapa hedging syariah itu perlu," kata Deputi Gubernur BI, Hendar, dalam acara " Sosialisasi Ketentuan Bank Indonesia tentang Transaksi Lindung Nilai Berdasarkan Prinsip Syariah (Hedging Syariah)" di kompleks BI, Jakarta, Jumat 17 Juni 2016.
Hendar mengatakan ada tiga hal yang menjadi pertimbangan BI untuk merilis aturan hedging. Pertama, BI melihat industri perbankan syariah terus berkembang berdasarkan aset perbankan syariah serta potensi peningkatan transaksi valuta asing (valas) baik oleh perbankan maupun nasabah, seperti haji dan umrah.
Dikatakan bahwa pembiayaan valas syariah sebesar Rp14 triliun per bulan. Tak hanya itu, jumlah dana haji di lembaga keuangan syariah dan biaya haji diperkirakan akan meningkat hingga tahun 2029. " Biaya ibadah haji rentan rugi karena kurs," kata dia.
Yang kedua, kondisi perekonomian global ini masih punya risiko terhadap stabilitas nilai tukar. Kondisi pasar mata uang saat ini masih dibayar-bayangi Brexit dan Fed Fund Rate.
" Jadi, ada risiko-risiko yang bisa membuat nilai tukar ke arah yang kurang menguntungkan bagi kita, sehingga perlu mitigasi," kata dia.
Pertimbangan ketiga, kata Hendar, Indonesia sebelumnya belum memiliki aturan yang mengatur hedging syariah.
Sekadar informasi, BI telah merilis Peraturan Bank Indonesia No. 18/2/PBI/2016 tentang Transaksi Lindung Nilai Berdasarkan Prinsip Syariah pada 24 Februari 2016 dan Surat Edaran (SE) Ekstern No. 18/11/DEKS tanggal 12 Mei 2016.
Dengan dirilisnya dua aturan ini, Hendar berharap agar transaksi lindung nilai syariah ini bisa menjadi stimulus bagi perkembangan industri keuangan syariah. Hedging syariah pun diharapakan bisa mendukung pendalaman pasar keuangan syariah Indonesia sehingga bisa mendorong penerbitana sukuk valas.
" (Sehingga) pada akhirnya pembiayaan syariah juga diharapkan bisa meningkat, khususnya, pada sektor-sektor produktif maupun proyek infrastruktur yang sedang digalakkan pemerintah," kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan