Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Indonesia, Malaysia, Dan Thailand Mendorong Penggunaan Mata Uang Lokal Untuk Transaksi Dan Investasi. (Foto: Bank Indonesia)
Dream – Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM), dan Bank of Thailand (BOT) meluncurkan local currency settlement (LCS) framework. Insiatif bank sentral ketiga ini bertujuan untuk mendorong penggunaan mata uang rupiah, ringgit, dan baht secara luas dalam transaksi perdagangan dan investasi antara ketiga negara.
Dilansir dari bi.go.id, Senin 11 Desember 2017, peluncuran framework ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman bilateral antara tiga bank sentral di antara negara serumpun Melayu.
Nota kesepahaman ini berisi tentang pembentukan kerangka kerja sama untuk mendorong penyelesaian perdagangan bilateral dan investasi langsung dalam mata uang lokal. Pembentukan framework LCS tersebut merupakan langkah penting dalam upaya penguatan kerja sama keuangan antara BI, BNM, dan BOT.
Ketiga bank sentral ini telah menunjuk beberapa bank yang memenuhi kriteria kualifikasi utama untuk menfasilitasi transaksi bilateral. Bank-bank yang ditunjuk tersebut antara lain memenuhi kriteria sebagai bank yang berdaya tahan dan sehat di setiap negara, memiliki pengalaman dalam memfasilitasi perdagangan antar kedua negara, memiliki hubungan bisnis dengan bank di kedua negara, serta memiliki basis konsumen dan kantor cabang yang luas di negara asal (home country).
Untuk operasional framework LCS rupiah-ringgit, BI dan BNM menunjuk 6 bank dari Indonesia dan 5 bank Malaysia. Bank yang dari Indonesia adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero)/BRI, PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Bank Central Asia Tbk/BCA, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero)/BNI, dan PT Bank Maybank Indonesia.
Sebaliknya, bank-bank yang berasal dari Malaysia adalah CIMB Bank Berhad, Hong Leong Bank Berhad, Malayan Banking Berhad, Public Bank Berhad, dan RHB Bank Berhad.
Untuk operasional framework LCS rupiah-bath, BI dan BOT menunjuk 5 bank di Indonesia dan 5 bank di Thailand. Bank-bank di Indonesia yang ditunjuk adalah BRI, Bank Mandiri, BCA, BNI, dan Bangkok Bank PCL, sedangkan bank yang ada di Thailand adalah Bangkok Bank PCL, Bank of Ayudhya PCL, Kasinkornbank PCL, Krungthai Bank PCL, dan Siam Commercial Bank PCL.
Sementara itu, untuk LCS ringgit-bath, BNM dan BOT menunjuk 7 bank Malaysia dan 7 bank Thailand. Bank-bank dari Malaysia adalah CIMB Bank Berhad, Malayan Banking Berhad, Public Bank Berhad, RHB Bank Berhad, Bangkok Bank Berhad, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Malaysia Berhad, dan United Overseas Bank Berhad. Yang dari Thailand adalah Bangkok Bank PCL, CIMB Thai PCL, Kasikornbank PCL, Krungthai Bank PCL, Siam Commercial Bank PCL, dan United Overseas Bank PCL.
Seluruh kerangka kerja tersebut di atas, yakni yakni rupiah-ringgit, rupiah-baht, dan baht-ringgit mulai beroperasi secara efektif pada 2 Januari 2018.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?