BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Tokopedia Dan Migrant Care Bekerja Sama Untuk Memulihkan Ekonomi Perempuan Purna Migran. (Foto: Tokopedia)
Dream – Pandemi COVID-19 tak hanya berdampak kepada siklus migrasi tenaga kerja, tetapi juga mendisrupsi pengembangan ekonomi yang dilakukan oleh komunitas perempuan mantan pekerja migran. Untuk memulihkan perekonomian para perempuan purna migrant, Tokopedia dan Migrant Care meluncurkan “ Berkembang bersama Tokopedia: Recover Together, Empower for Better!’.
Program dijalankan bersama komunitas Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) di empat kabupaten, yakni Indramayu (Jawa Barat), Wonosobo (Jawa Tengah), Jember dan Banyuwangi (Jawa Timur).
Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, mengatakan Indonesia merupakan 10 negara teratas di Asia yang menerima remitansi tinggi. Namun, karena ada pandemi COVID-19, Bank Dunia memperkirakan terjadi penurunan arus remitansi sebesar 20 persen dari pekerja migran secara global.
“ Melalui kolaborasi ini kami ingin mendorong usaha-usaha yang dilakukan komunitas perempuan purna migran masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital,” kata Wahyu dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin 19 April 2021.
Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni, memilih Komunitas Desbumi karena terbukti resilien terhadap pasar. Selain beradaptasi dari sisi pasar, komunitas ini juga punya andil untuk berbagi masker kepada masyarakat dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas kesehatan di daerahnya.
“ Kolaborasi ini merupakan komitmen Tokopedia untuk mengembangkan kapasitas masyarakat khususnya dalam kegiatan ekonomi produktif,” kata Astri.
“ Hal ini kami lakukan dengan membangun pusat pengembangan UMKM demi mendorong aktivitas produksi skala mikro untuk 237 perempuan penggerak komunitas Desbumi,” tambah dia.
Inisiatif dari Tokopedia dan Migrant CARE ini juga mendapat sambutan baik dari Kementerian Koperasi dan UKM RI. Dalam catatan mereka, UMKM yang terkoneksi ke platform digital lah yang dapat bertahan di masa pandemi.
“ Kalau remitansi diinvestasikan di kampung halaman, komunitas bisa menginisiasi koperasi yang mengelola bisnis mereka sehingga masuk dalam skala ekonomi tidak lagi perorangan,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.
Dia berharap praktik baik ini dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan purna migran yang berkelanjutan, menimbang kontribusi remitansi dari Pekerja Migran Indonesia yang cukup signifikan.
Astri mengharapkan program ini bisa membantu, tak hanya pegiat usaha, tetapo masyarakat Indonesia. Diharapkan masyarakat Indonesia memakai produk lokal.
“ Demi bersama-sama berkontribusi memulihkan ekonomi negeri yang saat ini terdampak pandemi,” kata dia.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
