6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bank Indonesia Akan Menerbitkan Uang Baru Tiga Hari Lagi.
Dream – Beberapa hari lagi, Bank Indonesia (BI) akan merilis uang desain baru untuk 11 pecahan mata uang rupiah. Pecahan ini terdiri atas 7 pecahan mata uang kertas dan 4 pecahan mata uang logam.
Tentunya, Bank Indonesia (BI) tetap akan menanamkan fitur kode untuk tuna netra (blind code). Bank sentral ini akan menyempurnakan fitur tersebut supaya lebih ramah kepada penyandang disabilitas ini.
Dilansir dari setkab.go.id, Jumat 16 Desember 2016, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi, mengatakan, dalam desain uang untuk tahun emisi (TE) 2016, BI menyempurnakan desain blind code berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah.
“ Pada saat mendesain uang baru ini, kami bertemu dengan lebih dari 10 orang. Kemudian kami uji cobakan. Alhamdulillah, mereka bisa dengan cepat membedakan,” kata dia di Jakarta.
Suhaedi mengatakan fitur ini mempermudah identifikasi dan meningkatkan aksebilitas uang rupiah bagi penyandang tuna netra. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Hak-hak Penyandang Disabilitas.
Selain itu, Suhaedi mengatakan pengamanan uang pada cetakan baru ini akan diperketat. Tujuannya untuk mencegah ada unsur penipuan.
“ Uang baru tersebut akan dilengkapi dengan unsur pengaman yang lebih kuat untuk menanggulangi peredaran uang palsu, antara lain penguatan unsur pengaman lewat color shifting, rainbow feature, latent image, ultra violet feature, tactile effect, dan rectoverso,” kata dia.
Dari sisi color shifting, apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna secara kontras. Dari sisi rainbow feature, apabila dilihat dari sudut pandang tertentu akan muncul gambat tersembunyi multi warna berupa angka nominal
Dari sisi latent image, apabila dilihat dari sudut tertentu akan muncul gambar tersembunyi berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang.
Dari sisi ultra violet feature (level 2), dilakukan penguatan desain UV feature yanh memendar menjadi dua warna di bawah sinar UV. Dari sisi rectoverso, apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI.
Rencananya, uang ini akan dirilis pada 19 Desember 2016.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya