Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Hari ini merupakan masa terakhir pelaksanaan program amnesti pajak periode pertama. Berdasarkan data terakhir Direktorat Jenderal Pajak, sejak program ini dimulai pada Agustus lalu, tercatat sebanyak 248.011 wajib pajak mengikuti program amnesti pajak.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama, mengatakan hari ini pihaknya akan bekerja lebih ekstra. Menurut dia, para karyawan akan melayani laporan amnesti pajak hingga usai.
" Kalau selesainya jam 04.00 ya kami layani. Yang penting daftar dulu," kata Hestu, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat, 30 September 2016.
Hestu mengatakan pada periode pertama ini tarif uang tebusan ditetapkan sebesar 2 persen. Agar tetap mendapat tarif tersebut, Hestu meminta para wajib pajak segera melapor.
" Yang terpenting, Surat Pernyataan Harta (SPH) dan uang tebusan harus hari ini," kata dia.
Jika tidak, kata Hestu, maka wajib pajak harus mengikuti program amnesti pajak periode kedua. Tetapi, tarif uang tebusan pada periode tersebut yang dimulai pada 1 Oktober 2016 nanti lebih besar, sebanyak 3 persen.
Untuk periode kedua nanti, Hestu mengingatkan masyarakat yang belum melaporkan harta kekayaaan, dapat mengikuti tak amnesty. Dia juga berharap, para pengusaha pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk melaporkan catatan kekayaannya.
" Yang (pengusaha) besar-besar sudah ikut, yang kecil-kecil jangan sampai ketinggalan," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya