5 Alergi Kulit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 7 September 2021 14:47
5 Alergi Kulit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan
Masuk musim hujan, Sahabat Dream perlu siap-siap.

Dream – Musim hujan tahun ini diperkirakan akan mulai menyapa tanah Nusantara pada September hingga November 2021. Badan Metrologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan akan berlangsung pada Januari–Februari 2022 yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Datangnya musim hujan di beberapa kasus bisa menjadi sumber masalah kesehatan termasuk alergi kulit. Cuaca lembap dan suhu dingin menjadikan lingkungan yang ideal bagi bakteri dan jamur berkembang biak.

Dikutip dari Times of India, kondisi ini bisa menyebabkan gatal, kemerahan, dan masalah kulit lainnya. Keringat berlebihan selama musim hujan juga bisa mengiritasi kulit karena pertumbuhan jamur yang cepat.

Menurut dokter kulit Vaibhav Kalambe, ada lima jenis alergi kulit yang sering terjadi saat musim hujan.

1 dari 5 halaman

1. Kudis

Selama musim hujan, orang akan bersentuhan dengan air yang terkontaminasi dan dapat menyebabkan kudis. Alergi kulit ini berhubungan dengan air yang terjadi melalui tungau parasit yang sangat kecil hingga tak terlihat lewat mata telanjang.

Kudis dapat menyebabkan ketidaknyamanan melalui ruam kulit dan rasa gatal yang hebat. Selain berkonsultasi dengan dokter kulit untuk pengobatan, salah satu tindakan dapat kamu lakukan untuk mencegah kudis adalah mencuci semua pakaian dengan antiseptic.

Ilustrasi© shutterstock

© Dream
2 dari 5 halaman

2. Eczema

Pergantian suhu secara tiba-tiba ke kondisi cuaca lembap, memengaruhi kulit untuk mengurangi kemampuannya dalam menjaga kelembapan. Akibatnya, kulit terkena eksim.

Alergi ini membuat kulit jadi melepuh, merah, gatal, dan kering yang biasanya terjadi di kaki, tangan, atau kaki bagian bawah.

Untuk menghindari iritasi pada kulit, penting untuk menggunakan pakaian ringan dan nyaman. Minyak kelapa juga bisa dioleskan ke bagian tubuh untuk meredakan munculnya iritasi.

Ilustrasi© shutterstock

3 dari 5 halaman

3. Ruam

Penurunan suhu ditambah cuaca lembap menyebabkan butiran serbuk sari melepaskan allergen ke udara. Selain dapat memengaruhi orang yang menderita bersin atau rhinitis, allergen juga dapat memicu gejala alergi di kulit.

Dermatitis atopik atau gatal-gatal dapat terjadi ketika kulit bersentuhan dengan allergen. Untuk mengurangi penyebaran allergen, seseorang harus menjauhkan tanaman pot dalam ruangan, menjauh dari hewan peliharaan dan menjaga rumah tetap bersih dan divakum dengan baik.

© Dream
4 dari 5 halaman

4. Kurap kaki

Kurap kaki adalah infeksi yang biasa terjadi selama musim hujan akibat kelembapan berlebih atau keringat karena kaus kaki dan sepatu basah.

Gejala yang biasa terjadi seperti perubahan warna, kuku kaki pecah-pecah, gatal pada kaki, serta kulit mengelupas.

Meski bukan kondisi serius, tetapi kurap kaki bisa menular. Untuk mencegahnya, seseorang dapat menggunakan bedak anti-jamur untuk menjaga agar keringat atau kelembaban tetap terkendali.

Disarankan juga untuk mencuci kaki dengan benar usai beraktivitas di luar rumah.

Ilustrasi© shutterstock

5 dari 5 halaman

5. Kurap

Bercak merah melingkar yang muncul di telapak kaki, ketiak, atau leher, bisa jadi karena infeksi kurap. Ini adalah infeksi jamur yang menyebabkan gatal dan umumnya menyebar akibat menyentuh permukaan yang terkontaminasi jamur.

Mereka yang terinfeksi kurap harus selalu mengenakan pakaian yang bersih dan longgar serta mengoleskan krim anti-jamur yang diresepkan dokter kulit. Kaki juga harus selalu kering dan bersih.

Banyak orang terkena alergi kulit selama musim hujan. Untuk menghindarinya, lakukan Langkah-langkah pencegahan seperti sering mencuci kaki dan tangan, mengenakan pakaian bersih, dan menjauhi lingkungan yang tercemar dan berdebu.

Jika semakin parah, konsultasikan dengan dokter kulit agar mendapat pengobatan yang tepat.

Laporan: Elyzabeth Yulivia

© Dream
Beri Komentar