Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Membuang Makanan. (Source: Shutterstock)
Dream - Pencemaran lingkungan dan penumpukan sampah tidak hanya disebabkan oleh penggunaan plastik atau objek yang sulit didaur ulang. Sampah makanan juga bisa menyebabkan sampah kian menggunung.
Bahkan sebuah riset menunjukan Indonesia menghasilkan tak kurang dari 1,3 miliar ton sampah makanan per tahun. Besarnya angka tersebut membuat Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara penyumbang sampah makanan terbanyak di dunia.
Fildzah Amalia, PR Manager Zero Waste Indonesia mengungkapkan bahwa 40 persen dari timbunan sampah di Indonesia berasal dari makanan sisa atau terbuang di tahun 2020.

" Sayuran dan buah yang paling banyak terbuang. Padahal, ironisnya, 90 persen lebih masyarakat Indonesia di atas 5 tahun masih kekurangan nutrisi dari buah dan sayur," jelasnya dalam peluncuran kampanye Electrolux 'Make It Last', Selasa 30 November 2021.
Terbuangnya sayur, buah, dan bahan makanan lainnya dalam jumlah banyak bisa disebabkan banyak faktor. Mulai dari porsi, pemilihan, penyimpanan, hingga pengolahan makanan yang kurang tepat.

Buah dan sayur sendiri merupakan jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi dalam porsi lebih banyak dibandingkan sumber karbohidrat atau protein.
" WHO menyarankan orang dewasa untuk mengonsumsi 400 gram sayur dan buah setiap hari," ujar Fildzah. Hal tersebut juga terlihat dari banyaknya porsi sayur pada gambar kampanye 'Isi Piringku' yang digalakkan oleh Kementerian Kesehatan.
Di samping anjuran agar lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur, kamu juga perlu berhati-hati saat berbelanja dan menyimpan makanan. " Sebelum membeli, berpikir dulu, perlu atau nggak? Akan dihabiskan atau nggak" .
Ketika sudah membelinya, simpanlah dengan cara dan di tempat yang tepat agar bahan makanan lebih tahan lama.
" Waktu beli dari pasar, dibersihkan dulu. Baru dimasukkan ke kulkas. Setiap makanan atau minuman punya tempatnya masing-masing di kulkas. Jadi, masukkan sesuai dengan tempatnya, supaya suhu tempat penyimpanannya juga sesuai," tutur Yuda Bustara, Celebrity Chef.

Saat mengambil makanan yang telah dimasak, kamu juga bisa mencegah banyaknya limbah dengan mengambil porsi sesuai kebutuhan.
" Aku coba ajarin ke anak di rumah, mereka harus ambil piring mereka sendiri supaya belajar bertanggung jawab atas apa yang sudah ditaruh di piring. Kalau disuruh habisin, kan kayak command. Tapi, kalau diambil sendiri, mereka tahu this is their fault. Mereka akan pikir," kata Nana Mirdad.
Sisa bahan makanan yang belum atau sudah diolah bisa dibuat pun sebenarnya bisa dibuat menjadi menu baru. Kamu bisa mengeksplor berbagai menu yang ada di media sosial maupun jagat maya agar lebih efektif meminimalisir jumlah sampah makanan.
Hal tersebut tidak hanya membantu mengurangi jumlah keseluruhan sampah tapi juga mencegah pelepasan gas beracun yang ada pada pembuangan tersebut. Sehingga, lingkungan juga akan menjadi lebih sehat.
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym