Apa Jadinya Jika di Dunia Tak Ada Lagi Nyamuk?

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 4 Oktober 2017 09:32
Apa Jadinya Jika di Dunia Tak Ada Lagi Nyamuk?
Haruskah semua nyamuk yang ada di dunia ini kita tumpas seluruhnya? Ahli Biologi dari Taiwan National University, Matan Shelomi punya jawabannya.

Dream – Punya gigitan berbahaya, nyamuk memang hewan paling dibenci manusia. Apalagi di saat hendak tidur. Kepakan sayapnya di samping telinga, membuat tidur kita jadi terganggu.

Hewan kecil ini juga dibenci karena serangannya yang mengerikan. Nyamuk menjadi perantara dari virus penyakit mematikan Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, chikungunya, demam kuning, kaki gajah, dan virus Zika.

Namun ada pertanyaan menggelitik. Haruskah semua nyamuk yang ada di dunia ini kita tumpas seluruhnya? Apa yang terjadi jika di dunia tak ada seekor pun nyamuk?

Ahli Biologi dari Taiwan National University, Matan Shelomi punya jawabannya.

Dikutip dari laman Forbes.com, Matan menyebut tidak semua nyamuk memiliki serangan buruk pada manusia. Nyamuk adalah lalat dalam bagian Culicidae yang terdiri lebih dari 3500 spesies.

Shutterstock© dream.co.id

Mereka hidup di dalam air memakan mikroba dan partikel kecil atau ganggang.

Nyamuk betina biasanya menikmati air tenang untuk bertelur. Habitatnya bisa dimana saja. Mulai dari kolam dangkal, pot bunga, sampai genangan air. Di tempat itulah mereka hidup hingga menjadi nyamuk dewasa dan siap terbang.

Lalu apa yang dimakan nyamuk dewasa?

Sebagian besar adalah vegetarian. Mereka minum nektar pada bunga, getah nabati, dan jus buah, tidak pernah minum darah. Oleh sebab itu kita tidak diharuskan membunuh spesies ini karena lebih dari 90 spesies dari satu genus tidak memiliki sifat berbahaya.

Dari sekian banyak nyamuk yang berhasil di-reproduksi, hanya kurang lebih 200 spesies yang dapat menghisap darah manusia sebagai santapannya sehari-hari. Sisanya, mereka mencari asupan dari darah burung, kadal, atau mamalia kecil.

Lagi-lagi perlu Sahabat Dream ketahui juga kalau nyamuk yang mengisap darah manusia tidak semua membawa penyakit. Misalnya spesies Anopheles yang dapat menyebabkan penyakit malaria, dari sekitar 460 spesies yang ada, kira-kira kurang lebih 100 spesies yang benar-benar membawa infeksi pada manusia.

Daripada susah-susah mencoba membunuh nyamuk yang pasti akan terus bermunculan, lebih baik kamu cukup menangkalnya dengan BabyGo Mosquito Repellent Patch/Sticker. Terutama buat si buah hati yang masih sangat sensitif dengan gigitan nyamuk.

BabyGo© dream.co.id

BabyGo Mosquito Repellent Patch/Sticker lebih aman digunakan dibanding Sahabat Dream menggunakan obat nyamuk yang memiliki bau berbahaya buat kesehatan si kecil. Stickerini diketahui efektif menangkal nyamuk selama delapan jam per-stickernya.

Dalam satu bungkus, terdapat enam sticker dengan resealable polybag yang dapat ditutup kembali dan sangat praktis dibawa kemana-mana.

Aman digunakan buat semua anggota keluarga termasuk ibu hamil dan bayi, BabyGo Mosquito Repellent Patch/Sticker menggunakan teknologi khusus menginfuskan 100 persen essentialnatural oil yang efektif mengusir nyamuk ke dalam kain non-tenun khusus.

Kain khusus ini akan melepaskan kandungan aroma secara perlahan untuk menjauhkan nyamuk selama pemakaian.

Cara pakainya?

Tinggal tempel sticker di lengan baju, kerah, celana, meja piknik, ransel, atau kereta bayi. Mudah kan?

Kamu bisa dapatkan produknya dengan mudah di sini.

Beri Komentar