Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Masalah jerawat termyata tidak hanya dialami orang dewasa, bayi yang baru lahir juga kerap mengalaminya. Kondisi tersebut kerap disebut jerawat neonatal biasanya muncul di pipi, dagu, dan dahi dalam tiga sampai empat minggu setelah kelahiran.
Seperti yang dikutip Redorbit, Rabu 26 Agustus 2015 hal ini memang tidak terjadi secara umum dan akan berkembang pada bayi berusia 3 sampai 16 bulan.
Dibandingkan bayi perempuan, laki-laki lebih sering mengalami bintik-bintik merah ini. Jerawat yang disebabkan perubahan hormon terjadi ketika masih dalam kandungan.
Menurut Ahli Kesehatan dan Farmasi, Jonathan Lu, tidak perlu repot karena kebanyakan kasus jerawat bayi bersifat sementara dan tidak memerlukan pengobatan. Konsultasi dokter dibutuhkan jika dalam tiga bulan jerawat tersebut tidak kunjung hilang. Dokter mungkin akan meresepkan obat topikal atau antibiotik oral.
" Diperkirakan bahwa jerawat dapat disebabkan oleh perubahan hormon yang ibu alami selama kehamilan. Jarang, jerawat bayi mungkin menunjukkan masalah hormonal," tuturnya.
Jika bayi Anda mengalami hal ini berikut ini perawatan sendiri di rumah dengan cara :
1. Cuci wajah bayi Anda dengan air hangat beberapa kali sehari dengan sentuhan lembut, bebas pewangi, pelembab, pembersih atau sabun wajah beberapa kali setiap minggu. Perhatikan label kemasan dengan teliti.
2. Mengeringkan dengan menggunakan bahan lembut.
3. Jangan biarkan kuku Anda memanjang atau kotor, untuk menghindari kulit bayi tergores dan menimbulkan luka lain.
4. Jangan memecahkan atau menusuk jerawat bayi, hal tersebut dapat menyebabkan infeksi, iritasi, dan jaringan parut. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya