Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Meminjamkan gunting kuku ke keluarga atau kuku sepertinya masih sering dilakukan tidak sedikit orang. Hal yang terdengar sepele ini ternyata berdampak buruk untuk kesehatan.
Selain memicu infeksi, juga menularkan jamur kuku (Onikomikosis). Ada 3 tanda khusus jamur kuku, seperti perubahan warna kuku menjadi putih kekuningan, kuku menebal, dan kuku mudah patah, pecah, retak.
Direktur Klinik Medivit, dr Margareta Indah Maharani, SpKK mengatakan, sebaiknya gunting kuku hanya untuk pribadi bukan untuk berbagi.
" Meminjamkan gunting kuku ke orang lain salah satu cara menjaga kebersihan diri. Begitu juga saat berada di luar seperti di salon, sebaiknya bawa sendiri peralatannya. Karena kita tidak tahu kebersihan peralatan ini bagaimana," tuturnya.
Menjaga kebersihan peralatan kuku diakui Margareta, sangatlah penting untuk menghindari penularan spora jamur yang mungkin saja menempel pada kikirnya.
" Walaupun sudah 100 persen dibersihkan, kita tidak tahu spora kuku itu masih menempel atau tidak kalau dilihat kasat mata. Kuku menjadi bagian estetika tubuh yang tidak terpisahkan dari keseluruhan penampilan jadi perlu dijaga," paparnya.
Selain jamur, bergantian menggunakan gunting kuku berisiko hepatitis C. Pakar penyakit hati FKUI/RSCM dr Rino A Gani, Sp PD-KGEH mengatakan semua alat yang sifatnya mampu melukai dapat menjadi sarana penularan bila dipakai bergantian. Alat-alat tersebut diantaranya gunting kuku, alat facial dan cukur.
" Sebaiknya tidak menggunakan alat-alat tersebut bergantian karena kita tidak pernah tahu bila orang yang memakai alat-alat itu menderita hepatitis C," ujar Rino. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya