Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mengalami Masalah Kulit Pada Mata. (Source: Shutterstock)
Dream - Mata tidak hanya akan memerah ketika infeksi. Terkadang, kamu juga bisa memiliki benjolan pada mata akibat hal tersebut. Benjolan pada mata seringkali disebut dengan istilah bintitan.
Tentunya, bintitan sangat mengganggu penampilan maupun produktivitas. Pasalnya, bintitan akan terasa sangat mengganggu atau sakit saat berkedip. Pada beberapa orang, bintitan juga bisa menyebabkan mata berair.
Meski begitu, ternyata benjolan pada mata tidak selalu bintitan. Apalagi, jika tidak sembuh selama berbulan-bulan dan sulit diatasi dengan kompres air hangat atau dingin.
Hal tersebut sempat dialami oleh pemilik akun TikTok @ismajeslyn. Mulanya, dia memiliki benjolan pada kelopak mata bagian kanan yang tidak hilang selama berbulan-bulan.
Setelah mencari di internet, ternyata benjolan tersebut merupakan kalazion yang tidak dapat sembuh sendiri meski sering dikompres. Bahkan, pemilik akun mengalami hal tersebut hampir setahun.

Foto: TikTok @ismajeslyn

Foto: TikTok @ismajeslyn
Dilansir Alodokter, kalazion diakibatkan oleh penyumbatan kelenjar meibom yang berujung pada penumpukan minyak serta munculnya benjolan berisi cairan.
Kelenjar meibom sendiri berukuran besar serta letaknya cukup dalam. Fungisnya adalah memproduksi minyak atau sebum untuk menjaga kelembapan mata. Selain penyumbatan, kalazion juga bisa disebabkan oleh infeksi pada kelenjar tersebut.
Penyebab kalazion pun beragam. Mulai dari penyakit kulit tertentu, blefaritis, tuberkulosis, diabetes, hingga pernah mengalami kalazion.
Meski bisa hilang setelah beberapa hari atau minggu, namun tidak menutup kemungkinan kalazion diidap untuk waktu lama. Jika kalazion tidak dapat sembuh setelah sering dikompres air hangat 3-4 kali sehari dalam jangka waktu 10-15 menit, berkonsultasilah pada dokter.
Terutama, jika kondisi tersebut tidak sembuh dalam waktu 2-8 minggu. Biasanya, dokter akan memberikan salep atau tetes mata antibiotik, suntik kortikosteroid, atau melakukan operasi.
Segera lakukan penanganan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut agar tidak menyebabkan komplikasi seperti selulitis orbita. Jika mengalami hal tersebut, pasien bisa demam dan kesulitan membuka mata.
Advertisement


Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan


Psikosomatis: Stres yang Bisa Memperburuk Penyakit Fisik, dari Tekanan Darah Tinggi hingga Eksim

Sarapan Pisang Saja Bikin Cepat Lapar? Ahli Gizi Bagikan 3 Cara agar Lebih Mengenyangkan

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?