Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
(shutterstock.com)
Dream - Sakit kepala yang datang tiba-tiba memang menyebalkan. Pekerjaan menjadi terbengkalai karena fisik menjadi terganggu. Solusi paling mujarab adalah dengan beristirahat dan tidur.
Penyebab sakit kepala yang datang mendadak memang bisa karena banyak hal. Ada yang disebabkan dehidrasi, stres atau bisa juga penyakit kanker langka dan belum ada obatnya.
Tapi tahukah Sahabat Dream, sakit kepala ternyata bisa dipicu oleh pemakaian bra yang tidak sesuai dengan ukuran payudara.
Bra dengan cup D terkadang bisa memiliki berat hingga lebih dari 1 pound atau hampir setengah kilogram.
Jika dipaksakan untuk memakai bra ukuran ini, leher si pengguna bisa menjadi tegang dan berujung sakit kepala.
Penelitian menemukan jika sekitar 78 persen wanita di seluruh dunia memakai ukuran bra yang salah. Hal ini bisa menyebabkan masalah pada punggung, bahu, payudara dan leher.
Jika Anda salah memilih ukuran, berat payudara menyebabkan bahu menegang yang akhirnya mengarah ke leher.
" Penting untuk mengetahui ukuran bra yang benar. Hal ini untuk memastikan bra yang sedang dipakai mampu menahan payudara dengan baik,” jelas Paula Svoboda, seorang spesialis bra dari Triumph.
Paula telah melakukan proses pengukuran bra terhadap lebih dari 50 ribu wanita sepanjang 17 tahun kariernya. Jadi, dia tahu segala seluk beluk tentang ukuran bra yang tepat.
Dia teringat kala mendapat pelanggan yang merasa sakit di bagian leher dan kepala tanpa tahu penyebabnya. " Saat itu aku lihat bra yang dipakainya terlalu ketat dan kulitnya tampak meradang. Lucunya, dia tidak pernah tahu penyebab rasa sakit di leher dan kepalanya selama bertahun-tahun," kata Paula.
Paula kemudian mengukur payudara pelanggan tersebut dan merekomendasikan ukuran bra yang tepat. Setelah dua minggu, pelanggan tersebut mengaku sakit leher dan kepala yang sering dialaminya menghilang.
Dengan pengalaman tersebut, Paula menyarankan kaum wanita untuk berkonsultasi ke seorang profesional yang mengerti tentang ukuran bra dan payudara setiap 6 bulan sekali.
" Pertimbangkan juga untuk membeli bra baru setiap 12 bulan sekali. Itu karena bra bisa molor dan tidak bisa menopang payudara dengan benar," jelas Paula.
Dia juga menyarankan para wanita tak hanya memilih bra karena modelnya yang bagus. Penting diperhatikan untuk menggunakan bra yang bisa menopang payudara. Disarankan juga memilih bra bertali tebal dan band yang lebih lebar dengan lebih banyak kait.
" Tiga atau lebih kait akan membantu menjaga bentuk payudara. Sementara tali yang tebal akan menjaga payudara tidak turun," pungkas Paula.
(Sah, Sumber: Nypost.com)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
