Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Permasalahan kekurangan gizi pada lansia masih sering disepelekan. Akibatnya, terjadi penurunan jumlah reseptor rasa di mulut dan tenggorokan, yang membuat penurunan kemampuan merasakan makanan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 37% dari subjek lansia memiliki gangguan indra perasa, dan di antara subjek yang dikategorikan sebagai " tidak sehat" , hampir setengahnya mengalami gangguan indra perasa.
Hal ini diakibatkan kekuatan otot di rahang dan lidah hilang total. Sehingga proses makan yang bagi sebagian besar kita terasa mudah menjadi semakin sulit bagi mereka.
Jepang mungkin merupakan negara yang menghadapi “ ledakan penduduk lanjut usia (lansia)”, namun sesungguhnya segmen populasi ini meningkat di seluruh dunia. Mulai dari Prancis hingga negara Asia Tenggara lainnya.

Foto: Istimewa
Lalu bagaimana mecegahnya? Kabar baiknya umami mungkin menjadi bagian dari jawabannya.
Rasa dasar ke-5 dari salah satu sumber MSG (monosodium glutamat), tidak dapat membantu setiap masalah fisik yang dapat mengakibatkan penurunan nutrisi pada lansia, namun menurut penelitian yang telah dilakukan baru-baru ini, umami mungkin memiliki dampak positif bagi sebagian lansia.
Awalnya, tujuan utama menggunakan bumbu umami untuk meningkatkan palatabilitas (daya terima) makanan. Ternyata lebih dari itu, umami terbukti meningkatkan total produksi air liur lebih dari rasa dasar lainnya, bahkan asam.
Produksi air liur penting lebih dari sekadar untuk menelan. Air liur juga memiliki peran penting dalam kesehatan mulut dengan membunuh bakteri sehingga mencegah bau mulut.
Foto: Istimewa
Subjek yang memiliki sekresi air liur tidak memadai dan diberikan kombu dashi, yakni kaldu Jepang tradisional yang kaya akan umami dengan cita rasa rumput laut, setelah periode 10 bulan benar-benar kembali memiliki tingkat produksi air liur normal. Hal ini menimbulkan peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan.
Cara umami mencegahnya adalah MSG sebagai sumber rasa umami merupakan bentuk paling murni dari umami, meningkatkan palatabilitas makanan, yang mendorong penyerapan gizi lebih besar.
Umami membantu pencernaan protein, misalnya dengan mengatur produksi air liur dan asam lambung. Bahkan Umami menstimulasi produksi air liur kental, yang membantu menelan dan mengurangi gejala " mulut kering"
Karena semakin banyak bukti bahwa umami dapat membantu para lansia, salah satu produsen global bumbu penyedap, Ajinomoto sepenuhnya mengeksplorasi cara membantu penduduk lansia agar tetap sehat. Salah satunya menggelar kampaye hidup sehat di Jepang.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012