Hati-Hati! Jangan Abaikan Siklus Haid yang Tidak Teratur

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 27 April 2017 13:32
Hati-Hati! Jangan Abaikan Siklus Haid yang Tidak Teratur
Jangan abaikan siklus haid yang tidak teratur, karena berkaitan erat dengan kualitas generasi yang akan dilahirkan.

Dream - Setiap perempuan akan melewati beberapa fase dalam hidupannya. Mulai dari pubertas, menstruasi, masa kehamilan, pre menopouse hingga menopouse. Sangat disarankan bagi perempuan untuk menjaga kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

Menurut WHO, Organisasi Kesehatan Dunia PBB, kesehatan reproduksi meliputi kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh. Bukan hannya bebas dari penyakit atau kecacatan yang berhubungan dengan organ reproduksi saja.

Sayangnya kesadaran mengenai repproduksi masih sangat rendah karena masih dianggap hal yang tabu untuk diibicarakan.

Masalah ini tidak boleh diabaikan begitu saja, karena menyangkut kulitas generasi berikutnya. Seperti yang diungkapkan dr. Dwi Priangga, SpOG bahwa perubahan siklus mentruasi dapat menjadi tanda bahwa terdapat kondisi medis tertentu yang dapat mempengaruhi kualitas hidup perempuan.

" Gangguan menstruasi dapat dialami oleh siapa saja, remaja, perempuan dewasa ataupun yang sudah mengalami menopause. Lebih dari 50 persen perempuan akan mengalami gangguan menstruasi setidaknya 1 kali dalam masa reproduktifnya," tuturnya dalam pada Seminar Media yang diselenggarakan oleh Bamed Women’s Clinic.

Menstruasi normal adalah suatu proses fisiologis dimana terjadi pengeluaran darah, mukus (lendir) dan seluler debris dari uterus secara periodik dengan interval waktu tertentu. Biasanya terjadi sejak menars sampai menopause dengan pengecualian pada masa kehamilan serta menyusui, dan proses tersebut terjadi karena interaksi dari organ-organ hormonal.

" Gangguan menstruasi dapat disebabkan oleh gangguan fisik (80 persen), dismenore (50 persen), gangguan siklus (20-40 persen)," imbuh Dwi dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 27 April 2017 .

Pada umumnya seorang perempuan dapat mengalami lebih dari satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan menstruasi. Faktor fisik dapat disebabkan oleh tumbuhnya
jaringan abnormal pada rahim sehingga dapat menyebabkan gangguan menstruasi, jaringan
abnormal tersebut dapat berupa polip, mioma, adenomisis, ataupun keganasan.

Sedangkan gejala yang mungkin timbul antara lain nyeri haid yang berlebihan (dismenore), hari menstruasi yang memanjang ataupun jumlah perdarahan yang lebih banyak.
Gangguan siklus dapat bermanifestasi sebagai perdarahan
yang ireguler, ataupun amenorea (tidak mengalami menstruasi dalam jangka waktu tertentu) yang pada umumnya disebabkan oleh siklus anovulasi, siklus anovulasi bisa disebabkan oleh gangguan hormonal, tumor di otak ataupun penyakit metabolik lain.

Jumlah perdarahan menstruasi yang banyak juga dapat disebabkan oleh gangguan pembekuan darah ataupun efek samping akibat penggunaan alat kontrasepsi. Manifestasi gangguan menstruasi juga dapat berupa perubahan mood
bahkan dapat menjadi gangguan depresi berat.

" Setiap perempuan harus memahami siklus menstruasi yang normal baik dari lama hari menstruasi, jumlah perdarahan ataupun gejala-gejala yang dapat meyertai sebelum ataupun selama menstruasi, sehingga bila terdapat proses yang abnormal, maka harus segera konsultasi ke dokter," pungkas Dwi.(Sah)

 

Beri Komentar