Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Anak-anak memiliki rasa penasaran yang sangat besar. Terutama ketika menemukan perbedaan di tubuhnya. Terkait area intim, sebagai orangtua sebenarnya Anda tak perlu menunda untuk mengenalkan anak pada areanya ini.
Pada anak laki-laki, biasanya mereka mulai memainkan penis saat bayi. Sementara pada anak perempuan mereka akan mulai penasaran saat melihat proses buang air kecil. Ketika anak usia 1,5 atau 2 tahun sebenarnya sudah bisa diajak bicara dan menyebut alat kelaminnya dengan benar. Sebaiknya jangan menyebut alat kelamin dengan kiasan.
"Katakan saja sebutan yang benar, anak laki-laki punya penis dan anak perempuan punya vagina. Tak perlu memperhalus dan malu untuk mengatakannya," kata Shuchi Dalvi, seorang psikolog anak.
Mengkomunikasikan sebutan yang benar membuat anak mengganggap area intimnya seperti juga anggota tubuh lain, yang harus dijaga. Dengan sebutan yang jelas anak akan bisa dengan jelas mengatakan jika ada masalah atau sakit di area intimnya.
Pada anak usia 4 tahun sudah bisa diberitahu kalau area intimnya hanya boleh dipegang oleh dirinya sendiri, dokter dan orangtuanya. Sampaikan juga pada anak kalau area intim tersebut tersebut harus selalu ditutup, karena malu terlihat orang lain.
Butuh proses memang, tapi jika dilakukan secara terus-menerus selama beberapa minggu nantinya anak bisa mengatakan "aku malu gak pakai celana".
"Untuk mengenalkan konsep 'malu', orangtua bisa mengajarkan aturan simpel seperti saat keluar kamar mandi harus menutup tubuh dengan handuk. Lalu, saat buka baju harus di tempat tertutup atau tutup pintu saat di kamar mandi," ujar Dalvi.
Hal-hal detail berulang akan membuat anak mengerti. Mengenalkan organ intim ini tak perlu ditunda-tunda, karena demi kesehatan dan keamanannya. Setelah cukup besar atau usia Sekolah Dasar jangan segan untuk membicarakan cara menjaga kesehatan organ intim pada buah hati.
(Sah/Sumber: Health Site)
Baca Juga: Efek Mengerikan Pukulan Pada Otak Anak 4 Reaksi Bijak Hadapi Keluhan Anak di Sekolah Ini Cara Balita Ungkapkan Cinta, Gemas! Batasan Buat Si Baby Sitter yang Eksis di Medsos Belajar Jadi Tangguh, Anak Juga Perlu Gagal Anak Terlanjur Kecanduan Gadget, Apa yang Harus Dilakukan?
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'