Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Amanda Jenner (Foto: New York Post)
Dream - Siapa sangka kalau ada profesi yang khusus mengajarkan anak-anak ke toilet. Inilah yang dilakukan Amanda Jenner. Perempuan asal Inggris ini memiliki kemampuan membuat anak tak lagi ketergantungan popok sekali pakai dan bisa menggunakan toilet sendiri.
Meski profesinya terdengar aneh, jangan remehkan penghasilannya. Bayaran yang diterima Amanda sangat besar, mencapai US $ 2.600 atau Rp 35 juta. Tak heran jika Amanda mendapat julukan " toilet whisperer" .
Profesi Amanda dianggap banyak membantu orangtua yang ingin anaknya melepaskan ketergantungan pada " diapers" .
Keterampilan menghadapi anak-anak serta tumpukan kesabaran, membuat Amanda telah menjalani profesi ini selama 18 tahun terakhir.
© Dream
Sebagian besar kliennya berusia lebih dari 3 tahun, ia juga pernah menangani anak usia 9 tahun yang belum bisa ke toilet sendiri.
" Orangtua banyak yang bekerja dan anak diasuh banyak pihak. Konsistensi dalam mengajarkan ke toilet jadi berkurang, rata-rata saat ini anak baru bisa ke toilet sndiri pada usia 3,5 tahun" kata Amanda.
Proses melepas diapers, lalu buang air kecil dan besar di toilet memang tak mudah. Dibutuhkan ketelatenan orangtua atau pengasuh untuk membimbing anak mengenali alarm tubuhnya saat
akan buang air.
" Tak mampu ke toilet sendiri membawa pengaruh yang besar pada kehidupan anak. Mereka tidak bisa pergi ke acara menginap, tidak bisa menghabiskan waktu dengan teman-teman mereka, dan mereka cenderungkhawatir saat ke sekolah, " ujar Amanda.
© Dream
Untuk mengatasi masalah ini, Amanda memiliki standar waktu yaitu tiga hari. Selama tiga hari ia akan tinggal di rumah " kliennya" untuk menganalisis kebiasaan keluarga dan anak.
" Setelah tahu kebiasaan seluruh keluarga baru saya akan tahu apa yang harus dilakukan. Untuk pelatihan bisa terlihat hasilnya dalam tiga hari, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama," ujar Amanda.
(Sumber: New York Post)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya