Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sajian Teh
Dream - Bagi orang Indonesia, minum teh sudah jadi kebiasaan. Minuman satu ini memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Sangat pas diminum ketika sedang flu atau cuaca dingin.
Meski berdampak positif bagi kesehatan orang dewasa, apakah teh juga baik untuk balita? Menurut Dhavani Shah, ahli gizi naturopati dan penulis buku " Don't Just Feed, Nourish Your
Child" , teh bukanlah minuman sehat untuk anak, terutama balita yang masih dalam proses pertumbuhan.
" Teh adalah minuman untuk orang dewasa. Pada balita dan anak, zat reaktif dalam teh dapat menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Asupan teh yang terus menerus dapat
mempengaruhi otak, otot, sistem saraf dan pertumbuhan struktural," ujar Shah.
Ia menekankan untuk tidak memberikan teh pada anak yang berusia di bawah 1 tahun. Teh bisa diberikan pada anak tiga tahun ke atas, itu pun hanya sesekali untuk mengenalkan rasa. Sangat tidak dianjurkan untuk memberikan teh secara rutin pada anak, terutama balita.
Shah mengungkap beberapa efek dari minum teh secara rutin sejak dini, yaitu kepadatan tulang yang lebih rendah, tungkai bawah mudah sakit dan kekuatan otot yang rendah. Mencampur teh dan susu juga bukan pilihan bijak, karena teh bisa merusak nutrisi yang terkandung dalam susu.
Untuk itu sebisa mungkin hindari memberikan teh secara rutin pada balita. Masih banyak jenis minuman lain yang aman untuk diberikan seperti jus, smoothies atau yogurt.
(Sumber: The Health Site)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya