5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Baju Bayi
Dream - Banyak orangtua yang membeli detergen khusus dengan harga mahal untuk mencuci baju bayi. Alasannya, detergen biasa tak cukup aman bagi bayi, terutama bayi yang baru lahir. Tapi anggapan itu tak sepenuhnya benar lho.
" Kecuali bayi memiliki alergi khusus dan kulitnya sangat sensitif, menggunakan detergen biasa sebenarnya tak masalah. Cukup aman, termasuk untuk mencuci pakaian bayi baru lahir," kata Mary Spraker, seorang pediatric dermatologist yang juga juru bicara American Academy of Dermatology
Namun Mary mengingatkan, jika menggunakan detergen biasa usahakan untuk menggunakan yang bentuknya cair. Detergen ini cenderung mudah dibilas dan formulanya efektif membersihkan kotoran.
Sementara detergen bubuk cenderung tertinggal di kain berupa serpihan. Jika terkena kulit bayi akan mudah memicu iritasi.
" Untuk mengetahui risiko alergi dan iritasi, lakukan saja tes pada kulitnya. Cuci dua baju bayi dengan detergen biasa, kenakan baju tersebut pada bayi. Jika muncul kemerahan atau gatal, bisa jadi bayi alergi pada pengharum dan atau formula aktif yang terkandung pada sabun," ujar Spraker.
Tapi jika tak muncul reaksi apapun berarti kulit bayi tak mengalami alergi atau sensitif terhadap bahan detergen. Penggunaan detergen biasa juga bisa diteruskan. Hal terpenting adalah membilas pakaian hingga bersih dan tak ada sisa sabun. Karena biasanya sisa sabun yang menempel di kainlah yang memicu reaksi pada kulit bayi.
(Sah/Sumber: Baby Center)
Baca Juga: Alami Masalah Kulit Saat Hamil, Ini Cara Atasinya Main Trampolin, Tren Olahraga Seru Bareng Anak Kenali Pemicu Sembelit Pada Anak Ini Cara Redakan Sakit Saat Menyusui Waspada Jika Urine Bayi Lebih Berbau dari Biasanya Rutin Memberikan Teh Pada Balita, Amankah? Daftar Pekerjaan Rumah Tangga yang Bisa Dilakukan Anak
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?