Hormon Tak Seimbang Sering Dialami Wanita, yuk Kenali Gejalanya

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 17 Desember 2018 18:45
Hormon Tak Seimbang Sering Dialami Wanita, yuk Kenali Gejalanya
Level hormon harus stabil. Tidak boleh terlalu tinggi atau pun terlalu rendah.

Dream - Banyak kaum hawa yang mendengar masalah hormon langsung menafsirkannya sebagai perubahan suasana hati atau menopause. Masalah " ketidakseimbangan hormon" kerap kali dianggap jadi sumber masalah kesehatan.

Apa sebenarnya kondisi hormon yang tidak seimbang? Sejak dilahirkan, hormon berpengaruh pada sebagian besar fungsi tubuh, seperti selera makan, pola tidur, saat stres, dan libido, serta rasa bahagia atau cemas.

Salah satu hormon yang kerap kali tidak seimbang adalah hormon kortisol dan insulin (stres dan gula darah).

Seorang pakar kesehatan wanita, Nicole Jardim, menyebutnya dengan " hormon alfa" , karena memiliki efek hilir pada hormon tiroid, ovarium, dan siklus tidur yang bekerja di dalam tubuh.

Level hormon harus stabil. Tidak boleh terlalu tinggi atau pun terlalu rendah.

" Saat produksi dan level hormon terganggu maka muncul sederet masalah yang kadang tak disadari kalau hal itu merupakan ketidakseimbangan hormon," ungkap Nardim.

1 dari 1 halaman

Gejala Saat Hormon Tak Seimbang

Gejala yang muncul antara lain sulit tidur atau sebaliknya, tidur seharian. Bisa juga malas untuk bangun dari tidur, bahkan setelah tujuh hingga sembilan jam tidur.

  7 Cara Mengatasi Sakit Perut di Pagi Hari© MEN

Pemicu masalah ketidakseimbangan hormon juga bisa dilihat dari kebiasaan kamu menikmati minuman kafein atau gula. Biasanya banyak orang memilih minuman ini di pagi hari dan mengulangnya di sore hari dengan alasan membuat tubuh tetap bersemangat.

Gejala lain adalah perubahan suasana hati, marah, dan tak memiliki energi. Jadwal haid jadi sangat berantakan, rambut rontok serta berjerawat.

Penyebabnya memang bisa banyak faktor. Mulai dari penyakit bawaan, konsumsi obat tertentu dan yang paling sering adalah stres.

" Menjaga agar tubuh tidak 'dikuasai' hormon yang berantakan memang tak mudah. Terutama dalam mengelola stres. Sangat dianjurkan untuk lebih peka pada kondisi tubuh, ketika level stres tinggi, cari cara untuk menenangkan diri agar hormon tetap stabil," kata Nardim.

(Sah, Laporan Mega Rasmiyati/ Healthline)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam