Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Pixabay)
Dream - Media sosial membuat banyak orang dengan mudah merespons suatu hal. Bukan hanya berupa respons positif tapi juga negatif. Lihat saja komentar pedas alias nyinyir yang membanjiri berbagai media sosial selebritas.
Ada yang berpendapat bahwa orang yang suka nyinyir atau mengomentari sesuatu secara brutal karena ada gangguan pada kejiawaannya. Segelintir orang punya pandangan berbeda dan menganggap hal itu terjadi hanya karena rasa iri.
" Sebenarnya, nyinyir bukanlah suatu gangguan kejiwaan, melainkan murni variasi dari sifat manusia. Akan tetapi nyinyir bisa jadi merupakan salah satu sifat dari orang yang mengalami gangguan kejiwaan seperti personality disorder (gangguan kepribadian) atau bipolar," ungkap dokter Karin Wiradarma, dikutip dari KlikDokter.
Apabila kamu termasuk orang yang mudah nyinyir? Mulailah berubah dari sekarang. Jangan biarkan sifat nyinyir tersebut hinggap berlarut-larut dalam diri. Bersihkan aura negatif dari dalam diri, dan masukkan semua hal positif ke dalam diri.
" Bersyukurlah atas segala hal yang kamu miliki, yang paling sederhana sekalipun. Berhentilah membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain," ungkap dokter Karin Wiradarma.
Daripada mengomentari orang lain, lebih baik mencari kesibukan yang bersifat positif, misalnya dengan mengikuti komunitas yang sesuai hobi atau bergabung di kegiatan sosial. Aktivitas ini dapat mengalihkan pikiran negatif dan tentunya membuat hidup kamu menjadi lebih bahagia.
Kebiasaan nyinyir ternyata bukanlah bentuk dari gangguan kejiwaan. Meski demikian, orang yang mengidap gangguan kepribadian atau bipolar kerap melakukannya. Nah, bila Anda sering nyinyir dan sulit mengendalikannya, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya