Putri Eugenie (Foto: Instagram Princess Eugenie)
Dream - Penyakit kelainan tulang bisa diidap siapa pun. Termasuk putri bangsawan dari Kerajaan Inggris. Beberapa waktu lalu Putri Eugenie, cucu Ratu Elizabeth, mengungkap secara detail penyakit skoliosis yang diidapnya sejak usia 12 tahun.
Hal ini awalnya jelang hari pernikahan sang putri. Ia memilih desain gaun yang menampilkan punggung terbuka. Di punggungnya terlihat luka bekas operasi yang panjang dan Putri Eugenie ingin memperlihatkannya pada banyak orang.
Sebagai pesan kalau tidak perlu malu dengan prosedur medis yang dijalani. Apalagi hal itu demi kesehatan jangka panjang. Ia ingin menyampaikan pesan kalau sang putri juga memiliki bekas luka dan tak malu dengan itu.
Putri Eugenie bercerita prosedur medis yang sangat menyakitkan di usianya yang masih 12 tahun. " Ahli bedah saya memasukkan batang titanium 8 inci ke setiap sisi tulang belakang dan sekrup 1,5 inci di bagian atas leher saya," tulis Putri Eugenie dalam sebuah esai yang diterbitkan di situs RNOH.
Para dokter di Royal National Orthopaedic Hospital mengatakan kepadanya, ia membutuhkan prosedur perbaikan untuk memperbaiki ketidaksejajaran tulang.
Setelah tiga hari melakukan perawatan intensif, ia menghabiskan 1 minggu di rumah sakit dan enam hari di kursi roda. Namun, ia dapat berjalan lagi setelahnya.
Putri bungsu dari pangeran Andrew ini juga mengungkapkan rasa bahagianya setelah menjalani operasi pada akun instagram miliknya.
" Kelainan tulang yang saya alami menjadi masalah besar, seperti yang akan terjadi pada anak berusia 12 tahun. Anak-anak dapat melihat saya sekarang dan tahu bahwa operasi berjalan lancar. Saya adalah bukti nyata dari cara rumah sakit dapat mengubah kehidupan orang," ungkapnya. (ism)
Skoliosis sendiri adalah kurva samping dari tulang belakang yang sering berkembang sebelum pubertas. Setiap orang bisa menderita kelainan tulang ini.
Kepala Divisi Kedokteran Ortopedi Pediatrik John Hopkins, Paul David Sponseller, M.D., menyatakan bahwa, skoliosis terjadi karena keturunan keluarga.

Untuk mengetahuinya, harus dilakukan pemeriksaan oleh dokter ortopedi. Bila hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kelainan skoliosis, dokter akan menggunakan x-rays untuk mengukur kelengkungan dan menentukan jalannya pengobatan.
Selain sakit punggung kronis dan perubahan tampilan punggung, kasus skoliosis yang parah dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan jantung jika tidak ditangani.
" Sangkar tulang rusuk dapat menekan paru-paru dan jantung, membuatnya lebih sulit untuk bernapas dan lebih keras untuk jantung memompa," ungkap Mayo Clinic.
Untuk mencegah masalah potensial ini, ahli bedah ortopedi biasanya mengambil salah satu dari tiga program tindakan:
1. Observasi
Tunggu dan lihat bagaimana kurva ringan berkembang, terutama jika pasien masih tumbuh.
2. Bracing
Penjepit yang dikenakan setiap hari selama beberapa jam tertentu akan menghentikan kurva moderat menjadi semakin buruk.
3. Pembedahan
Kurva yang parah mungkin memerlukan pembedahan yang sering melibatkan penggabungan dua atau lebih tulang di tulang belakang atau memasukkan batang logam.
Laporan Mega Rasmiyati/ Sumber: GoodHouseKeeping
Advertisement
Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia

Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular



10 Mitos Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar

Mengapa Media Sosial Bisa Membuat Anda Sedih? Ini 5 Alasannya


12 Tanda Anda Perlu Segera Periksa ke Dokter Kulit, Jangan Tunggu Parah

Elektabilitas Dedi Mulyadi di Pilpres 2029 dalam Berbagai Survei, Mengapa Bisa Kalahkan Prabowo?

Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia