Kentang Goreng (Foto: Pixabay)
Dream - Kentang yang digoreng garing dalam minyak panas, memang selalu bikin nafsu makan. Apalagi ditaburi bumbum gurih dan saus pedas. Sayangnya, makanan ini sangat tidak sehat.
Menurut profesor dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Amerika Serikat Eric Rimm, orang dewasa yang ingin sehat disarankan mengonsumsi hanya enam poton kentang goreng. Tidak lebih dari itu.
" Saya pikir akan lebih baik jika makanan kamu terdiri dari salad dan enam kentang goreng," kata Rimm seperti dilansir dari New York Post.
Kentang goreng yang dibenamkan dan dimasak dengan minyak panas memiliki sederet risiko bagi kesehatan. Antara lain memicu obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Sebuah penelitian yang terbit tahun lalu di American Journal of Clinical Nutrition menemukan, orang yang mengonsumsi kentang goreng hingga dua sampai tiga kali seminggu lebih berisiko meninggal daripada mereka yang makan kentang dengan cara mengolah yang lain.
Penelitian ini tentu saja mendapat reaksi negatif dari para penggemar kentang goreng. Banyak dari mereka yang mengatakan sulitnya rekomendasi yang ketat semacam ini.
" Tidak seorang pun dalam sejarah manusia yang berhenti di enam kentang goreng," kata seorang pengguna Twitter.
Penduduk AS sendiri memang dikenal sangat menyukai produk kentang olahan. Menurut data dari Departemen Pertanian AS, masyarakat mereka paling tidak mengonsumsi hampir 116 pon kentang setiap tahun. Dua pertiganya diolah dengan digoreng.
(Laporan Giovani Dio/ Liputan6.com)
Advertisement
Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia

Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular



10 Mitos Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar

Mengapa Media Sosial Bisa Membuat Anda Sedih? Ini 5 Alasannya


Elektabilitas Dedi Mulyadi di Pilpres 2029 dalam Berbagai Survei, Mengapa Bisa Kalahkan Prabowo?

Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia
