Ini Penyebab Kenapa Korban Meninggal Akibat Covid-19 Kebanyakan Pria

Reporter : Sugiono
Jumat, 15 Mei 2020 08:36
Ini Penyebab Kenapa Korban Meninggal Akibat Covid-19 Kebanyakan Pria
Simak penjelasan para ahli.

Dream - Satu alasan lebih banyak pria yang meninggal akibat virus COVID-19 dibandingkan wanita karena tingginya kadar enzim tertentu di paru-paru mereka.

Enzim tersebut dipercaya semakin memudahkan virus corona untuk menempel pada paru-paru kaum pria sehingga mengakibatkan kondisi yang lebih parah.

Penemuan ini diungkapkan oleh sebuah penelitian terhadap lebih dari 3.500 orang, dan sudah diterbitkan di European Heart Journal pada 10 Mei 2020.

1 dari 3 halaman

Enzim Khusus di Paru-paru

Penelitian menemukan kadar enzim angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yang lebih tinggi pada objek penelitian pria daripada objek penelitian wanita.

Para peneliti di University Medical Center Groningen, Belanda, menggunakan objek pria dan wanita yang semuanya sudah dewasa dan memiliki masalah dengan jantung mereka.

Meski objek penelitian tidak terinfeksi virus corona, tapi para peneliti yakin dengan cara kerja enzim tersebut saat berinteraksi dengan virus corona.

2 dari 3 halaman

Peran Enzim ACE2 Terkait Virus Corona

ACE2, yang ditemukan di beberapa organ termasuk paru-paru, mampu mengikat virus corona yang menyebabkan COVID-19. Sehingga virus corona lebih mudah menginfeksi sel-sel sehat.

Hal itu dijelaskan oleh Dr. Adriaan Voors, seorang profesor kardiologi di UMC Groningen, yang merupakan pemimpin penelitian ini.

" Kadar ACE2 yang tinggi di dalam paru-paru memainkan peran penting dalam perkembangan gangguan paru-paru yang terkait dengan COVID-19," kata Dr. Adriaan kepada European Society of Cardiology.

3 dari 3 halaman

Penyebab Tingginya Kematian Pria Akibat Covid-19

Penulis lain, Dr Iziah Sama dari UMC Groningen, mengatakan kadar ACE2 yang jauh lebih tinggi pada pria menjelaskan alasan mengapa angka kematian pria akibat COVID-19 juga lebih tinggi daripada wanita.

Studi dari enam negara yang berbeda juga menyebutkan tingkat kematian pria akibat COVID-19 yang lebih tinggi 50% dibandingkan wanita. Namun kesenjangan dalam hal infeksi belum terlihat secara signifikan.

Para peneliti juga masih mempelajari kemungkinan lain tentang mengapa pria lebih rentan terhadap virus corona, selain faktor enzim ACE2 ini.

Sumber: Business Insider

Beri Komentar