Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi Statistik Kematian Akibat Wabah Covid-19. (Foto: Pexels.com)
Dream - Satu alasan lebih banyak pria yang meninggal akibat virus COVID-19 dibandingkan wanita karena tingginya kadar enzim tertentu di paru-paru mereka.
Enzim tersebut dipercaya semakin memudahkan virus corona untuk menempel pada paru-paru kaum pria sehingga mengakibatkan kondisi yang lebih parah.
Penemuan ini diungkapkan oleh sebuah penelitian terhadap lebih dari 3.500 orang, dan sudah diterbitkan di European Heart Journal pada 10 Mei 2020.
Penelitian menemukan kadar enzim angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yang lebih tinggi pada objek penelitian pria daripada objek penelitian wanita.
Para peneliti di University Medical Center Groningen, Belanda, menggunakan objek pria dan wanita yang semuanya sudah dewasa dan memiliki masalah dengan jantung mereka.
Meski objek penelitian tidak terinfeksi virus corona, tapi para peneliti yakin dengan cara kerja enzim tersebut saat berinteraksi dengan virus corona.
ACE2, yang ditemukan di beberapa organ termasuk paru-paru, mampu mengikat virus corona yang menyebabkan COVID-19. Sehingga virus corona lebih mudah menginfeksi sel-sel sehat.
Hal itu dijelaskan oleh Dr. Adriaan Voors, seorang profesor kardiologi di UMC Groningen, yang merupakan pemimpin penelitian ini.
" Kadar ACE2 yang tinggi di dalam paru-paru memainkan peran penting dalam perkembangan gangguan paru-paru yang terkait dengan COVID-19," kata Dr. Adriaan kepada European Society of Cardiology.
Penulis lain, Dr Iziah Sama dari UMC Groningen, mengatakan kadar ACE2 yang jauh lebih tinggi pada pria menjelaskan alasan mengapa angka kematian pria akibat COVID-19 juga lebih tinggi daripada wanita.
Studi dari enam negara yang berbeda juga menyebutkan tingkat kematian pria akibat COVID-19 yang lebih tinggi 50% dibandingkan wanita. Namun kesenjangan dalam hal infeksi belum terlihat secara signifikan.
Para peneliti juga masih mempelajari kemungkinan lain tentang mengapa pria lebih rentan terhadap virus corona, selain faktor enzim ACE2 ini.
Sumber: Business Insider
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

