Ini yang Terjadi Saat Oksigen dalam Darah Tak Mencukupi

Reporter : Dwi Ratih
Sabtu, 1 Juli 2017 11:44
Ini yang Terjadi Saat Oksigen dalam Darah Tak Mencukupi
Mulai dari napas menjadi pendek-pendek, mudah lelah, sampai menurunnya kinerja jantung dan otak.

Dream – Darah bertugas membawa oksigen ke sel-sel di dalam tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Jika oksigen dalam darah jumlahnya tak mencukupi, atau kurang dari 80 milimeter merkuri (mmHg), maka sel tubuh tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Jika tak segera ditangani, kekurangan oksigen dalam darah dapat menimbulkan dampak fatal. Mulai dari napas menjadi pendek-pendek, mudah lelah, sampai menurunnya kinerja jantung dan otak.

Efek yang paling mudah terdeteksi jika kadar oksigen dalam darah tak mencukupi adalah gangguan pada sistem pernapasan. Menurut situs Livestrong.com, pada situasi normal kita bernapas sebanyak 12 sampai 16 tarikan napas per menit.

Jika dalam semenit Sahabat Dream bernapas mencapai 24 tarikan dan ditambah denyut jantung bertambah cepat, serta merasa pusing dan lemah, berarti kadar oksigen dalam darah Anda kurang dari yang semestinya.

Kalau  tak segera diatasi, maka efeknya akan menjalar ke otak. Anda akan merasa bingung dan hilang orientasi, aktivitas fisik pun juga terganggu. Selain tubuh menjadi lemah, dada Anda juga akan terasa sakit karena jantung tidak menerima oksigen yang cukup. 

Kondisi bisa semakin parah karena makin banyak sel tubuh yang rusak karena tidak mendapatkan oksigen. Polisitemia, penambahan sel darah merah menjadi terganggu dan mengakibatkan timbulnya warna merah pada kulit.

Tekanan darah tinggi di dalam paru-paru terjadi dan membuat jantung harus semakin keras. Penyakit gagal jantung pun akan membayangi. 

Sebelum terjadi dampak yang membahayakan, segera kunjungi dokter saat Anda merasa mudah lelah lebih dari biasanya. Lelah yang berlebihan, penurunan fungsi mental dan perubahan pada kulit harus segera mendapat perhatian dokter.

Kekurangan oksigen dalam darah bisa terjadi jika Anda sedang berada di dataran tinggi, misalnya saat mendaki gunung. Juga bisa terjadi saat Anda mengalami stres yang berlebihan atau saat melakukan aktivitas fisik yang terlampau berat.

Shutterstock© dream.co.id

Untuk menghindarinya, biasakan untuk menjaga kesehatan Anda dengan cara menjalani pola hidup dan pola makan sehat, istirahat yang cukup, berolahraga rutin, serta mendapatkan sinar matahari pagi yang mengandung far infrared dan juga banyak-banyak menghirup hawa pegunungan yang mengandung banyak ion negatif.

Baik far infrared maupun ion negatif memegang peranan penting dalam membantu meningkatkan suplai oksigen bagi tubuh.

Jika Anda tidak sempat menikmati sinar matahari pagi yang mengandung far infrared dan juga menghirup udara pegunungan yang mengandung ion negatif, Anda dapat memanfaatkan alat bantu kesehatan untuk mendapatkan oksigen lebih banyak.

Adalah Magma Jeju gelang kesehatan yang terbuat dari magma stone dari Pulau Jeju (Korea Selatan) yang memancarkan energi, berupa sinar infra merah jarak jauh dan juga memiliki kandungan ion negatif.

Magma Jeju - White© dream.co.id

Sehingga membantu pemakainya terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya yang disebabkan oleh kurangnya oksigen dalam darah.

Gelang kesehatan Magma Jeju dapat membantu mengaktifkan molekul air dalam darah sehingga kandungan oksigennya menjadi dua kali lipat.

Energi dari batu yang kerap disebut black diamond ini juga dapat memperbesar pembuluh kapiler sehingga darah mengalir lebih lancar sehingga oksigen bisa tersalurkan sampai ke sel-sel terjauh di dalam tubuh Anda.

Beri Komentar