Kabar Buruk, Virus Covid-19 Terdeteksi di Cairan Sperma

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 10 Mei 2020 12:51
Kabar Buruk, Virus Covid-19 Terdeteksi di Cairan Sperma
Apakah bisa menular lewat hubungan seksual?

Dream - Virus Covid-19 oleh banyak peneliti dan dokter masih terus diteliti secara seksama. Pasalnya, virus ini bisa muncul dengan berbagai gejala yang sebelum tak diketahui.

Kini sebuah ada sebuah fakta baru yang cukup mencengangkan. Peneliti China mendeteksi adanya virus corona baru di air mani pria yang terinfeksi COVID-19.

Hal ini memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah virus ini bisa menular lewat hubungan seksual atau tidak.

Dikutip Channel News Asia, peneliti dari Shangqiu Municipal Hospital di Provinsi Henan mengetes air mani 38 pasien terinfeksi SARS-CoV-2 usia 15-50. Hasilnya, material genetik virus corona ditemukan pada enam pasien atau 16 persen dari partisipan.

Ada empat pasien dalam kondisi terinfeksi akut dan dua lainnya sedang masa pemulihan.

Melihat hasil ini, peneliti menekankan bahwa ini masih studi kecil. Dibutuhkan riset lanjutan untuk mengetahui apakah virus yang ada dalam cairan sperma ini bisa menular lewat hubungan seksual.

" Jika terbukti SARS-CoV-2 dapat menular lewat hubungan seksual lewat studi selanjutnya maka dibutuhkan pencegahan agar tidak terjadi penularan," kata peneliti.

 

1 dari 8 halaman

Penggunaan Kondom

" Penggunaan kondom dirasa penting untuk mencegah penularan pada pasien ini," seperti ditulis peneliti yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open.

Bahaya Menyimpan Kondom dalam Dompet© MEN

Terkait studi ini, peneliti yang juga profesor mikrobiologi University of Iowa Stanley Perlman bahwa perlu dibuktikan apakah yang ada di dalam cairan air mani itu virus yang bisa menginfeksi atau produk virus yang ada di semen atau cairan sperma.

" Ini penemuan yang menarik, tapi perlu dikonfirmasi lagi ada tidaknya virus yang bisa menginfeksi, bukan cuma produk virus yang ada di air mani," kata Perlman mengutip Live Science.

 

2 dari 8 halaman

Pasien yang Telah Pulih

Pada penelitian lain, tidak terdeteksi adanya virus Corona pada pasien yang menjalani pemulihan dari COVID-19 dalam jangka waktu lebih lama. Misalnya studi yang dipublikasikan pada 17 April lalu di Jurnal Fertility and Sterility. Dalam studi ini melibatkan 34 pria di Wuhan, China, hasilnya tidak ditemukan virus di air mani mereka satu bulan setelah didiagnosis COVID-19.

Penularan COVID-19 saat berhubungan seksual tampaknya terjadi karena kontak dekat sehingga terpapar droplet dari pasien, bukan lewat air mani seperti dilaporkan Times.

Laporan Benedikta Desideria/ Sumber: Liputan6.com

3 dari 8 halaman

Temuan Mengejutkan Virus Corona di Langit Wuhan

Dream - Perkembangan bukti virus SARS-CoV-2 (jenis virus corona baru) penyebab Covid-19 dapat menular lewat udara terus bertambah.

Sebelumnya, melalui eksperimen laboratorium, para ilmuwan telah mengidentifikasi adanya jejak genetik virus corona di droplet yang ada di udara.

Beberapa droplet berisi virus corona ini memiliki diameter lebih kecil dari satu per sepuluh ribu inci.

Namun baru-baru ini ilmuwan China menemukan droplet kecil berisi virus corona di udara dalam dunia nyata.

4 dari 8 halaman

Virus Corona Melayang dalam Bentuk Droplet Kecil

Mereka berhasil menangkap droplet kecil yang mengandung jejak genetik virus corona di udara di dua rumah sakit di Wuhan, China.

Temuan mereka telah dipublikasikan pada hari Senin, 27 April 2020, di jurnal Nature.

Namun, masih belum diketahui apakah virus yang berhasil dikumpulkan melalui udara itu adalah jenis yang menular.

Meskipun demikian, droplet kecil yang dikeluarkan melalui bernafas dan berbicara itu bisa mengambang di udara dan dihirup oleh orang lain.

5 dari 8 halaman

Covid-19 Berpotensi Menular Melalui Udara

" Virus itu akan terus melayang di udara selama setidaknya dua jam. Ini menunjukkan bahwa ada potensi (virus corona) menular melalui udara," ujar Profesor Linsey Marr, seorang ahli teknik sipil dan lingkungan di Virginia Tech yang tidak terlibat dalam penelitian.

Profesor Marr dan banyak ilmuwan lain mengatakan semakin banyak bukti yang menunjukkan, virus corona bisa menular dalam bentuk droplet kecil di udara yang dikenal sebagai aerosol.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini masih mengecilkan kemungkinan tersebut.

WHO menyebut, virus corona menular dalam bentuk droplet besar yang tidak mungkin bisa berada di udara dalam waktu lama.

WHO juga menyebut, Covid-19 juga bisa menular melalui benda yang permukaannya terkontaminasi oleh virus SARS-CoV-2.

6 dari 8 halaman

Sedikit Virus di Tempat Berventilasi Baik

Pada bulan Februari dan Maret, para ilmuwan China mengumpulkan sampel di Rumah Sakit Renmin di Universitas Wuhan dan di fasilitas medis sementara, yang digunakan untuk tempat karantina dan merawat pasien dengan gejala ringan.

Mereka juga mengambil sampel udara di area umum di sekitar Wuhan. Termasuk bangunan tempat tinggal, supermarket, dan dua pusat perbelanjaan.

Sangat sedikit virus yang terdeteksi di udara di bangsal isolasi atau di kamar pasien rumah sakit, yang berventilasi baik.

7 dari 8 halaman

Virus Banyak Ditemukan di Tempat Tertutup

Tapi konsentrasi yang tinggi ditemukan di toilet kecil berukuran 1 meter persegi, yang tidak berventilasi.

Tidak ada virus yang terdeteksi di sebagian besar tempat umum yang mereka pelajari, termasuk bangunan tempat tinggal dan supermarket.

Meskipun beberapa terdeteksi di daerah ramai di luar salah satu rumah sakit dan di pusat perbelanjaan.

" Ini menunjukkan pentingnya menghindari ruang-ruang kecil yang terbatas," kata Profesor Marr.

Para ilmuwan juga mendeteksi virus corona di lokasi di mana pegawai rumah sakit menanggalkan ADP mereka.

Ini menunjukkan bahwa virus yang telah menempel pada pakaian bisa terbang lagi di udara. Namun pendeteksian virus corona di udara jauh berkurang setelah rumah sakit menerapkan prosedur pembersihan yang lebih ketat.

8 dari 8 halaman

Penelitian Lain Mengungkap Hasil yang Sama

Data di Wuhan ini sesuai dengan penemuan ilmuwan di University of Nebraska Medical Centre.

Penelitian itu, yang masih dalam proses peninjauan oleh ilmuwan lain sebelum dipublikasikan dalam jurnal, tidak menentukan ukuran dropletnya.

Meskipun begitu kehadiran RNA virus di lokasi-lokasi tersembunyi, seperti di bawah tempat tidur dan kusen jendela, juga menunjukkan bahwa droplet kecil terbawa oleh udara ke sekitar ruangan.

Sumber: Strait Times

Beri Komentar