Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Makanan yang setiap hari kita konsumsi jadi sumber energi penting bagi tubuh. Tak hanya itu, bisa juga berdampak sebaliknya. Membuat tubuh malah bermasalah. Terutama ketika usia sudah memasuki kepala tiga.
Pada usia 30an kemampuan metabolisme akan berkurang. Proses penuaan juga akan berlangsung mulai pada usia 30an.
Sahabat Dream mungkin menganggap osteoporosis sebagai penyakit untuk lanjut usia, tetapi tahukah bahwa penyakit ini dimulai pada usia 30 tahun?
Untuk itu penting agar lebih selektif dalam memilih asupan di usia 30an. Kurangi asupan-asupan berikut agar vitalitas tubuh tetap terjaga hingga hari tua. Apa saja yang harus dikurangi?
Gula dan Pemanis Buatan
Saat metabolisme melambat, kemampuan untuk memproses gula juga mulai berkurang. Tubuh menyimpan semua kalori ekstra itu di pinggul, perut, dan area penyimpanan lemak lainnya.
Gula yang berlebihan menyebabkan resistensi insulin yang dapat mempengaruhi infertilitas. Termasuk mempercepat keriput dan kulit kendur. Gula memang sulit untuk dihindari.
Selain gula, penting juga untuk menghindari Pemanis buatan. Penggunaan pemanis buatan dapat menyebabkan respons insulin yang buruk dan kadar glukosa meningkat.
Pemanis buatan juga berkontribusi pada penyimpanan lemak, sindrom metabolik, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.
Kafein dan Krimer
Kafein akan memberi efek besar pada kualitas tidur. Kafein juga menyebabkan penuaan dini pada tubuh.
Hal ini dikarenakan tidur akan berkurang akibat efek dari kafein dan efek lainnya adalah dapat menghambat regenerasi sel pada tubuh. Sementara, efek krimer yang terbuat dari lemak trans adalah pada jantung, sendi, fungsi otak, dan hormon.
Minuman Bersoda
Beberapa minuman bersoda mengandung Minyak Nabati Brominasi atau Brominated Vegetable Oil (BVO). Bahan ini merupakan minyak yang mengandung senyawa kimia yang dapat meracuni tubuh.
BVO dapat menyebabkan kehilangan memori, masalah saraf, dan peradangan internal. Jika memiliki masalah tiroid atau kesuburan, maka perlu mengurangi konsumsi bahan yang mengandung BVO.

Tepung Putih
Tepung putih masuk pada daftar makanan yang perlu dikurangi di usia 30an. Tubuh mengubah tepung putih menjadi glukosa yang sangat mudah disimpan sebagai lemak. Tepung putih memiliki kandungan serat rendah karena telah melalui berbagai macam proses pengolahan.
Kamu dapat mengganti makanan berbahan dasar tepung putih dengan makanan dengan bahan gandum. Gandum utuh dan roti gandum juga memiliki cita rasa yang tak kalah dengan tepung putih.
Aneka Minyak
Minyak ini meliputi minyak terhidrogenasi dan lemak trans. Mengoleskan margarin pada roti gandum tidak terlalu baik untuk kamu yang menginjak usia 30an. Minyak nabati yang terhidrogenasi akan tetap terhidrogenasi di hati. Hal ini bisa menyebabkan peradangan kronis.
Bagi pria, lemak trans dapat menyebabkan penurunan kesuburan. Termasuk dapat mengganggu hormon dan dapat menurunkan daya ingat dan fungsi otak. Konsumsilah sedikit mentega dan gorengan, tak perlu berlebihan.

Daging olahan
Daging olahan seperti nugget, daging kaleng, dan daging yang dikemas lainnya mengandung senyawa nitrat. Nitrat memang bisa membuat daging olahan terlihat lebih menggugah selera.
Namun, nitrat merupakan bahan kimia penyebab kanker di tubuh. Hindari daging olahan dengan nitrat, bahkan nitrat organik. Daging olahan sangat tinggi natrium dan lemak jenuh.
Garam
Garam banyak digunakan untuk meningkatkan rasa, hampir setiap makanan kaleng atau olahan mengandung banyak garam. Kamu tak perlu berhenti mengomsumsi garam. Cukup mengurangi jumlah garam yang Anda konsumsi setiap harinya.
(ism, Laporan: Anugerah Ayu Sendari/ Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam