Kabar Gembira! RSCM Buka Layanan Khusus Kesehatan Pria

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 28 Oktober 2020 06:40
Kabar Gembira! RSCM Buka Layanan Khusus Kesehatan Pria
Jangan malu untuk konsultasi.

Dream - Pengelola dua rumah sakit, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RSCM Kencana, meluncurkan layanan terbarunya untuk pasien pria dan pasangan suami istri. Diberi nama Men’s Health and Couple’s Well-being Clinic, fasiitas baru ini diperkenalkan pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Layanan ini merupakan klinik kesehatan pria dan pasangan dengan pedekatan multidisiplin berbasis one-stop service pertama di Indonesia.

Keberadaan klinik ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pasien akan ketersediaan layanan kesehatan fisik dan mental pria maupun pasangan di Indonesia.

Masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gangguan kesehatan pria dan pasangan, khususnya di bidang reproduksi dan seksual.

”Salah satu langkah untuk menjaga kualitas layanan sekaligus mengendalikan penularan COVID-19 di rumah sakit adalah implementasi strategi yang komprehensif dan berbasis data," kata Direktur Utama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. Lies Dina Liastuti, SpJP (K), MARS, dalam sambutannya.

Dr Lies menyatakan manajemen menyediakan layanan rawat intensif, hemodialisa, kamar operasi, dan berbagai fasilitas pemeriksaan penunjang.

RSCM juga berinovasi dengan berbagai teknologi dan aplikasi agar pasien dapat menjadwalkan dirinya secara daring sebelum berkunjung, salah satunya dengan aplikasi RSCMku dan dapat diunduh di playstore.

" Dengan demikian, pasien non-COVID-19 yang dating berkunjung memiliki risiko paparan yang lebih rendah,” jelas Dr. Lies.

1 dari 6 halaman

Ada 7 departemen

Menurut dr. Lies, keputusan RSCM membuka layanan Men’s Health and Couple’s Well-being Clinic di masa pandemi karena, layanan ini jadi salah satu layanan unggulan baru yang sangat dibutuhkan bagi pasien dengan masalah seksual dan reproduksi pria dan pasangan.

Salah satu keunggulan yang disediakan layanan baru ini adalah dilibatkannya dokter dari berbagai bidang spesialistik kedokteran dengan pendekatan multidisiplin berbasis one-stop service.

Men’s Health and Couple’s Well-being Clinic memiliki anggota tim yang terdiri dari 7 departemen medik berbeda: Urologi, Bedah Plastik, Obstetri-Ginekologi, Psikiatri, Rehabilitasi Medik, Ilmu Penyakit Dalam, dan Neurologi.

Hal ini membuat perawatan pasien bersifat holistik dan komprehensif. Sarana prasarana yang digunakan di klinik ini pun merupakan yang paling mutakhir di Indonesia.

 

2 dari 6 halaman

2 Faktor penting

Men’s Health and Couple’s Well-being Clinic di RSCM Kencana juga didukung dengan program 'Kencana Hijau', untuk menjamin area pelayanan bebas dari COVID-19 dengan pemeriksaan rutin dan pengendalian protokol dengan ketat.

" Pengunjung dengan masalah seksual, reproduksi pria dan pasangan yang berkonsultasi di RSCM Kencana wajib mengikuti protokol COVID-19 (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). RSCM berkomitmen, agar pembukaan layanan ini dapat memiliki dampak positif di masyarakat sesuai visi rumah sakit unutk menolong, dan memberikan yang terbaik,” tambah dr. Lies.

Sementara itu, dr. Riyadh Firdaus, SpAn-KNA, Kepala Instalasi Pelayanan Terpadu RSCM Kencana mengatakan, ”Penelitian mencatat sekitar 15-20% pasangan di dunia memiliki gangguan infertilitas dengan proporsi gangguan pasangan pria dan wanita yang kurang lebih sama."

1. Masih banyak masyarakat yang belum sadar dan memeriksakan pasangannya di awal gangguan, demikian juga dengan masalah seksual. Penelitian mencatat, masalah, angka gangguan seksual pada pria mencapai 31% dan 43% pada perempuan.

2. Pengobatan secara baik dan profesional terhadap kasus-kasus tersebut masih kurang.

“ Dengan dibukanya layanan Men’s Health and Couple’s Well-being Clinic diharapkan masyarakat dengan gangguan kesehatan pria dan pasangan, khususnya di bidang reproduksi dan seksual tidak lagi bingung mencari pengobatan di luar keilmuan kedokteran yang tidak terbukti dan dapat berobat ke layanan ini dengan nyaman dan tenang" , ujar dr. Riyadh.

 

3 dari 6 halaman

Apa itu Disfungsi Ereksi?

Dr. Ponco Birowo, SpU (K), Dokter Subspesialisasi Andrologi dan Urologi FKUI-RSCM dan Tim Men’s Health and Couple Well-being Clinic RSCM Kencana dalam sambutannya mengatakan, “ Dengan visi infinite experience for all as an academic health system in urology, Departemen Urologi RSCM bertekad untuk memberikan pelayanan urologi yang manusiawi, terintegrasi, berbasis bukti dan inovatif, salah satunya dengan pelayanan di Men’s Health and Couple’s Well-being Clinic.”

Ia menjelaskan, selain tenaga medis yang mumpuni untuk menunjang pelayanan, Departemen Urologi juga sudah mempersiapkan berbagai alat, baik untuk diagnosis maupun terapi. Dengan teknologi terbaru untuk menunjang berbagai tindakan yang telah tersedia antara lain; USG doppler, ESWT, Rigiscan, Vacuum erectile device, Prostesis/implan penis, Operasi pengambilan sperma (PESA/MESA/TESE), mikroligasi varikokel dan injeksi intracavernosa.

Alat dan fasilitas yang dimiliki Departemen Urologi terbilang salah satu yang paling lengkap di Indonesia.

Ditunjang dengan keterlibatan berbagai dokter spesialis multidisiplin yang ahli di bidangnya, diharapkan pasien akan mendapat pengalaman terbaik selama ditangani di Men’s Health and Couple’s Well-being Clinic.

Salah satu layanan yang diberikan di Men’s Health and Couple Well-being Clinic adalah penanganan Disfungsi Ereksi (DE). Dr. dr. Nur Rasyid, SpU (K), Departemen Medik Urologi FKUI-RSCM, mengemukakan, “ DE merupakan bagian dari disfungsi seksual pada pria, selain penurunan dorongan seksual (libido atau gairah) dan kelainan ejakulasi. Mengingat fungsi seksual melibatkan proses yang kompleks, yaitu sistem syaraf, hormon, dan pembuluh darah, maka kelainan pada sistem ini, baik oleh penyakit, obat-obatan, gaya hidup, atau sebab lain, dapat mempengaruhi proses ereksi, ejakulasi, dan orgasme."

" Walaupun DE sering dianggap remeh dan dianggap tabu untuk dibicarakan, nyatanya 52% pria berusia 40-70 tahun sudah mengalami gejala DE.3 Di Indonesia, prevalensi DE pada populasi berusia 20-80 tahun cukup tinggi, yaitu 35.6%, dengan angka kejadian yang meningkat seiring bertambahnya usia,” katanya lagi.

 

4 dari 6 halaman

Konsultasi bareng pasangan

ilustrasi© Shutterstock

Sebagai RS terkemuka dan rujukan berbagai kasus kedokteran, tidak terkecuali DE, RSCM menyediakan hampir seluruh prosedur baik untuk tujuan diagnosis dan terapi.

Layanan yang tersedia mencakup: diagnostik yaitu pemeriksaan Nocturnal Penile Tumenescence dengan Rigiscan, pemeriksaan USG Doppler genital, pemeriksaan status metabolik dan terapeutik yaitu obat medis, injeksi intrakavernosa, VED, injeksi intrakavernosa, ESWT, dan pemasangan prostesis penis.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K), Departemen Medik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI- RSCM menjelaskan, “ Beberapa penelitian menemukan bahwa disfungsi seksual pada pria ternyata juga dapat memicu terjadinya masalah atau gangguan jiwa tertentu."

 

5 dari 6 halaman

Perhatikan sebabnya

Beberapa masalah kejiwaan yang terkait seperti kecemasan yang menetap, adanya masalah marital yang memicu terjadinya disfungsi seksual, depresi, perasaan bersalah, stres, trauma, adiksi pornografi yang memicu timbulnya pornography induced erectile dysfunction.

Individu dengan disfungsi seksual, perlu melakukan konsultasi dengan psikiater agar dapat dikenali secara dini masalah kesehatan jiwa yang mungkin ada sehingga dapat diberikan tatalaksana yang sesuai. 

Pada umumnya tatalaksana dalam bidang psikiatri diberikan dengan konsep biopsikososial, yaitu terapi yang bersifat biologik seperti pemberian psikfarmakoterapi sesuai dengan kebutuhan pasien.

Berbicara tentang rehabilitasi seksual pada kasus gangguan kesehatan reproduksi pria, dr. Herdiman B. Purba, SpKFR-K, MPD.Ked, Departemen Medik Rehabilitasi Medik FKUI-RSCM mengatakan, “ Penting diketahui bahwa di bidang rehabilitasi dinyatakan, untuk mencapai orgasme, tidak selalu harus berkorelasi dengan ejakulasi pada pria. Penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat bagian otak spesifik yang akan teraktivasi saat seseorang mencapai orgasme."

 

6 dari 6 halaman

Dibantu alat biofeedback

Ilustrasi© Shutterstock

Bidang rehabilitasi memiliki fokus pada ilmu gerak tubuh atau kinesiologi, dan juga kemampuan fungsional manusia, dapat memberikan beberapa layanan untuk melengkapi tatalaksana holistik gangguan reproduksi pria.

Misalnya untuk menjaga ereksi, akan dibutuhkan kekuatan dari otot-otot kecil di panggul, yang harus bekerja secara sinergi untuk meningkatkan dan mempertahankan aliran darah menuju penis.

Dengan menggunakan alat biofeedback, seorang dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpKFR) mampu untuk menilai, sekaligus melatih gerakan dari otot kecil di daerah panggul, guna untuk mempertahankan ereksi.

Laporan: Savina Mariska 

Beri Komentar