Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream – Mandi merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh. Pada umumnya, mandi dilakukan dua kali dalam sehari yaitu pada pagi hari saat akan beraktivitas dan sore hari atau setelah selesai bekerja.
Namun frekuensi mandi setiap orang bisa saja berbeda sesuai kondisi dan keinginan.
Perlu kamu tahu bahwa mandi dengan lebih dari jumlah biasanya dapat membuat kulit menjadi kering dan iritasi. Tapi, bagaimana dengan kondisi jarang mandi, apa yang akan ditimbulkan?
Sebenarnya jarang mandi dapat bersahabat dengan kesehatan kulit, namun hal ini dapat menimbulkan risiko lain yang lebih banyak dan mungkin saja berbahaya.
Beberapa risiko yang ditimbulkan akibat jarang mandi. Hayoooo... siapa yang jarang mandi?
Bau badan dapat disebabkan pencampuran antara keringat dan bakteri yang ada di permukaan kulit, sebenarnya keringat sendiri tidak menimbulkan bau badan. Namun, kontaminasi bakteri pada keringatlah yang memicu bau tidak sedap.
Bakteri di permukaan dapat jadi menumpuk bila jarang mandi, maka tidak heran bahwa bau badan dapat muncul ketika berkeringat saat jarang mandi, terutama area ketiak dan selangkangan.

Meningkatkan keparahan penyakit kulit
Penumpukan kotoran, sel kulit mati, dan keringat di permukaan kulit juga dapat terjadi akibat jarang mandi, berbagai kotoran tersebut dapat menyebabkan sumbatan atau tertutupnya pori-pori kulit.
Kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit kulit, seperti jerawat, psoriasis, dermatitis, hingga eksim.
Jarang mandi dapat menyebabkan ketidakseimbangan bakteri pada permukaan kulit, bakteri jahat berkembang lebih banyak daripada bakteri baik yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi kulit, seperti muncul bercak di permukaan kulit (dermatitis neglecta).

Menyebabkan infeksi jamur
Kebersihan diri yang kurang terjaga akibat jarang mandi dapat menimbulkan infeksi jamur yang berat pada kulit. Jamur dapat berada di permukaan kulit, alat kelamin, hingga dalam mulut.
Penumpukan sel kulit mati
Sel kulit mati dapat menumpuk dan menyebabkan kulit terlihat gelap dan kusam, dengan mandi sel kulit yang menumpuk dapat dibersihkan dari tubuh.
Berbagai kotoran, keringat, dan mikroba yang menumpuk pada permukaan kulit dapat membuat kulit menjadi tidak nyaman, kondisi ini dapat ditandai dengan gatal-gatal pada kulit.
Gatal yang semakin parah dapat menyebabkan iritasi akibat garukan yang dilakukan. Bila jarang mandi akan memperparah kondisi ini.
Gangguan area kelamin
Area kelamin merupakan salah satu area yang paling banyak terdampak akibat jarang mandi. Selain beraroma tidak sedap, jarang mandi juga dapat menyebabkan area kelamin lebih rentan terkena infeksi dan jamur, apalagi saat sering berada pada kondisi lembap.
Masalah rambut
Selain kulit dan kelamin, akibat jarang mandi juga memengaruhi kondisi rambut. Kulit kepala yang jarang dibersihkan akan menjadi kotor dan lebih berminyak serta dapat meningkatkan gangguan kulit kepala, seperti ketombe.
(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Sehatq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya