Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
Pemeriksaan Tekanan Darah (Foto: Shutterstock)
Dream - Obesitas merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh lemak tubuh yang berlebihan dan dapat mengakibatkan risiko masalah kesehatan. Kondisi ini tak boleh dianggap sepele.
Kondisi obesitas bisa meningkatkan sederet risiko penyakit kronis. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh obesitas yaitu hipertensi.
Pada orang obesitas, ginjal bekerja lebih keras hal ini mengakibatkan tekanan darah menjadi naik. Kondisi tersebut memicu terjadinya hipertensi.
" Faktor risikonya (obesitas) menyebabkan hipertensi yang dapat pula menyebabkan penyakit lainnya," ujar dr. Erwinanto, SpJP(K), Anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia, Senin 24 Februari 2020.
Tidak hanya menyebabkan hipertensi, obesitas juga dapat menimbulkan penyakit kronis lainnya. Salah satu yang sangat mungkin terjadi adalah serangan strok.
" Obesitas juga bisa menyebabkan strok. Obesitas menyebabkan hipertensi, maka faktor risiko hipertensi seperti strok dapat terjadi,” ujar dr. Erwinanto.
Untuk menghindari obesitas, penting untuk menjaga pola makan. Terapkan gaya hidup yang baik serta berolahraga dengan teratur demi mengurangi risiko masalah kesehatan.
Laporan: Cindy Azari
Dream - Salah satu penyakit yang menyumbang kematian terbesar di dunia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurut riset kesehatan dasar yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, prevalansi hipertensi sebesar 34,1% dari populasi usia dewasa.
Kebanyakan penderita hipertensi tidak menyadari kalau memiliki masalah pada tekanan darah. Sampai akhirnya diketahui ketika sudah muncul komplikasi yang cukup parah, seperti strok.
Banyak orang yang menganggap kalau salah satu gejala hipertensi adalah sakit kepala. Padahal tak demikian. Hipertensi hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah.
“ Hipertensi tidak memiliki gejala. Kalau memang merasakan pusing, itu mungkin dikarenakan hipertensi yang sudah ada sebelumnya,” kata Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, pada acara Kampanye CERAMAH di Hotel Fairmont Senayan, Rabu 19 September 2019.
Hipertensi terjadi ketika tekanan terlalu besar. Hal ini membuat dinding pembuluh darah serta otot jantung bisa rusak dan menyebabkan serangan jantung. Komplikasi yang bisa muncul karena hipertensi yaitu gagal ginjal.

“ Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh yang memiliki pembuluh darah seperti jantung, ginjal dan otak. Makanya hipertensi disebut ‘silent killer’,” ujar dr. Tunggul Situmorang SpPD-KGH.
Didasari hal tersebut, PT OMRON Healthcare Indonesia menggandeng Indonesian Society of Hypertension (InaSH) untuk menggalakan kampanye CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) sebagai upaya membangun kesadaran publik untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin.

" Seseorang terkena hipertensi apabila tekanan darahnya lebih dari 140 dan untuk anak-anak lebih dari 90,” kata dr. Tunggul.
Laporan: Razdkanya Ramadhanty
Dream - Pemeriksaan tekanan darah sangat penting dilakukan secara teratur. Tekanan darah yang levelnya terlalu tinggi diyakini bisa langsung menyebabkan stroke. Jika sudah terjadi, kondisinya tentu saja sangat fatal.

Selama ini banyak yang menganggap kalau tekanan darah tinggi hanya dipicu makanan yang tidak sehat seperti kaya garam dan minyak. Padahal ada penyebab lainnya yang sering kali tak disadari dan disepelekan.
Nah untuk itu Sahabat Dream, waspadalah terhadap tiga pemicu tekanan darah tinggi ini. Meski sering diabaikan, ternyata efeknya bisa meningkatkan tekanan darah secara signifikan.

Bukan hanya garam, gula juga bisa meningkatkan tekanan darah kamu. Terutama gula yang berbentuk cairan dalam minuman kemasan. Orang-orang yang mengonsumsi banyak gula dalam makanan diketahui mengalami peningkatan yang signifikan dalam level tekanan darahnya. Jadi, batasi juga konsumsi gula harian.
Tak hanya tentang jumlah teman yang kamu miliki tapi juga bagaimana hubungan yang terbentuk dengan pasangan, kerabat dan teman. Tekanan darah orang yang kesepian dalam sebuah penelitian naik lebih dari 14 poin. Untuk itu, pastikan kamu tak merasa kesepian. Cari aktivitas positif yang bermanfaat untuk kesehatan mental dan fisik.
Tidak Cukup Kalium
Ginjal membutuhkan keseimbangan natrium dan kalium untuk menjaga jumlah cairan yang tepat dalam darah. Jika kamu makan menu rendah garam, tapi tekanan darah masih tinggi mungkin harus memperbanyak makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu rendah lemak, atau ikan. Kalium bisa didapatkan dengan mengonsumsi pisang, brokoli, bayam, dan sayuran hijau lainnya.
Sumber: WebMD
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas