Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turun tangan terkait hasil laporan penelitian yang menyebutkan beberapa air minum kemasan merek terkenal tercemar plastik.
WHO akan menyelidiki laporan penelitian tersebut terutama mengenai dampak dan penyebaran plastik mikro yang mencemari air minum kemasan.
Sebelumnya, Orb Media menerbitkan laporan penelitian tentang air minum kemasan beberapa merek terkenal yang tercemar plastik.
Laporan tersebut seketika menarik perhatian WHO yang salah tugasnya adalah memastikan keamanan produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran.
" Ketika memikirkan komposisi plastik, kita juga ingin tahu apakah ada racun di dalamnya, apakah itu membawa unsur berbahaya, dan apa yang sebenarnya bisa dilakukan partikel tersebut di dalam tubuh. Semua itu tidak bisa tergantung dari satu hasil penelitian saja," kata Bruce Gordon dari WHO kepada BBC News.
" Kami biasanya menerapkan batas 'aman'. Tapi untuk menentukan batas aman itu kami perlu memahami apakah partikel itu memang berbahaya. Misalnya dalam tingkat konsentrasi berapa dalam air partikel itu bisa berbahaya," tambah Gordon.
Dewasa ini, isu tentang sampah plastik semakin meningkat dan menjadi masalah serius.
Menurut Komisi Eropa, penduduk Eropa menghasilkan 25 juta ton sampah plastik setiap tahun. Itu baru di Benua Biru saja.
Sayangnya, hanya sekitar 30 persen dari sampah plastik itu yang didaur ulang.
(Sumber: CNBC.om)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya