Manfaat Beri Edukasi Seksual Sejak Dini, Yuk Jangan Anggap Tabu Lagi Bunda!

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 29 September 2021 18:12
Manfaat Beri Edukasi Seksual Sejak Dini, Yuk Jangan Anggap Tabu Lagi Bunda!
Para orangtua wajib banget ajarkan hal ini ke buah hati.

Dream – Sisi ironis dari kasus pelecehan seksual atau pemerkosaan di Indonesia adalah masih banyaknya orang yang langsung memovnis penyebab kejahatan itu diakibatkan ulah korban. Pihak perempuan disalahkan karena membuka peluang dari nafus bejat pelaku. 

Sasaran pembelaan lainnya adalah kemudahan akses alat kontrasepsi secara online yang dituding sebagai penyebab utama remaja menjalani gaya hidup pergaulan bebas.

Kalis Mardiasih, Aktivis Perempuan & Pengamat Isu Kespro Indonesia, mengatakan masyarakat seharusnya mulai belajar untuk memposisikan diri pada sisi korban.

Ilustrasi© shutterstock

“ Kita belum bisa membedakan gejala dan masalah yang benar-benar nyata. Kalau sudah tahu masalahnya, solusinya kurikulum yang merata, pendidikan keluarga, dan ruang aman di masyarakat,” kata Kalis pada webinar Peranan Penggunaan Kontrasepsi untuk Mendukung Revitalisasi Program KB di Indonesia, Rabu, 29 September 2021.

Kalis mengaku masih memiliki keyakinan kalangan bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) selalu bersikap profesional dalam melayani pasien yang ingin tahu tentang alat kontrasepsi.

" Tidak akan menjustifikasi pasien yang datang, ramah pada pasien yang konsultasi tentang kontrasepsi, dan tidak mengusik kehidupan pribadi tapi fokus pada pelayanan. Itulah yang menjadi solusinya,” tambah Kalis.

1 dari 4 halaman

Menikah itu ada tubuh orang lain juga

Selain menghapus stigma buruk di tengah masyarakat, Kalis mengatakan edukasi terkait seksual juga perlu diberikan sejak ini. Pendidikan ini diperlukan agar pembahasan soal kesehatan reproduksi bukan lagi hal yang tabu.

Pendidikan seksual juga dibutuhkan agar masyarakat tak lagi menghakimi remaja yang ingin belajar tidak sebagai orang yang punya `pikiran kotor`.

Webinar DKT Indonesia© Dream.co.id/Angela Mihardja

Kalis menekankan pembahasan soal kontrasepsi seharusnya sudah diberikan ketika anak beranjak dewasa atau sudah mengenal dunia percintaan. Harapannya kelak mereka akan mengetahui manfaat dari pengetahuan tersebut.

Pengetahuan soal hubungan seksual yang sehat juga akan bermanfaat pada kualitas hubungan yang lebih dalam dan keluarga tidak lagi sekadar membahas rencana pesta pernikahan.

“ Menikah itu ada tubuh lain yang hidup berdua dengan privasi dalam tubuhmu. Kamu scroll platform belanja online saja tiga jam, masa kamu milih pasangan hidup yang akan menyatu dan mengintervensi tubuhmu nggak bicarakan hal yang penting,” jelas Kalis kepada seluruh rekan media yang hadir.

Bagi pasangan muda yang bingung dalam memberikan edukasi seksual kepada sang buah hati, kamu dapat menjelaskan dengan bahasa ilmiah untuk mendefinisikan alat kelamin.

Perlu Sahabat Dream ingat, jangan gunakan istilah seperti pisang untuk penis dan tempe untuk vagina.

2 dari 4 halaman

3 hal penting soal alat kontrasepsi

Webinar DKT Indonesia© Dream.co.id/Angela Mihardja

Sementara untuk pasangan yang baru memasuki kehidupan pernikahan, tidak ada yang paham soal kebutuhan tubuh selain dirimu sendiri. Setiap keputusan menyangkut diri sendiri sebaiknya dibuat sendiri dan tidak hasil intervensi orang lain.

Melihat fenomena yang masih terjadi di Tanah Air, DKT Indonesia hadir dengan tiga program penting mengenai penggunaan kontrasepsi untuk mendukung revitalisasi program KB (Keluarga Berencanan) di Indonesia.

Ilustrasi© shutterstock

Pertama, mengedukasi pria untuk mendukung program KB dengan memakai kondom. Kedua, menyediakan berbagai metode kontrasepsi misalnya suntik dan pil KB. Ketiga, fokus pada keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

“ Kami yakin program ini tidak dapat berjalan dengan baik, tanpa adanya dukungan dan kesadaran masyarakat Indonesia untuk lebih maju,” kata Juan Enrique Garcia, President Director DKT Indonesia.

(Sah, Laporan: Angela Irena Mihardja)

3 dari 4 halaman

Ini Cara Kerja Kontrasepsi Gel yang Cukup Dioles

Dream - Dalam kondisi pandemi seperti sekarang banyak pasangan memutuskan untuk menunda kehamilan. Berbagai alat pengontrol kehamilan atau kontrasepsi kini sangat beragam dan mudah diakses, seperti kondom.

Untuk suntikan, pil, IUD memang harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter. Rupanya, kini ada kontrasepsi berbentuk gel yang cukup praktis dan baru saja disetujui Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada September 2020 lalu. Kontrasepsi ini disebut Phexxi.

Dikutip dari Health.com, Evofem Biosciences, perusahaan yang membuat Phexxi, dalam keterangan resminya mengungkap kalau kontrasepsi ini bersifat non-hormonal. Berupa gel yang mengandung asam laktat, asam sitrat, dan kalium bitartrat.

Penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan menaruhnya ke aplikator, lalu dimasukkan ke dalam vagina segera sebelum atau satu jam sebelum berhubungan seksual. Jika berhubungan seks lebih dari sekali dalam satu jam, atau jika harus menunggu lebih dari satu jam sebelum berhubungan, perlu dosis tambahan.

 

4 dari 4 halaman

Seberapa efektif Phexxi?

Phexxi bekerja dengan mengubah pH vagina untuk membuatnya lebih asam dan 'kurang ramah' terhadap sperma. Akibatnya, kecil kemungkinan sperma benar-benar sampai ke sel telur untuk menyebabkan kehamilan.

" Sperma berkembang dalam lingkungan basa. Jika pH vagina terlalu asam, sperma tidak akan bisa berenang dengan baik atau berpotensi mati," kata Jennifer Wider, MD, dikutip dari Health.

Menurut data yang dikutip oleh FDA, Phexxi sekitar 86% persen efektif. Dengan penggunaan yang sempurna, angka itu naik menjadi 93% efektif. Menurut riset Planned Parenthood, sekitar sekitar 14 dari 100 wanita yang menggunakan Phexxi tetap hamil.

Tingkat efektivitasnya memang di bawah implan, IUD, atau sterilisasi pria atau wanita, yang memiliki efektivitas sekitar 99%, menurut CDC. Bahkan jika dibandingkan dengan penggunaan patch, cincin, suntikan, dan pil biasa yang berkisar antara 91%-94%.

Penasaran ingin mencoba? Sayangnya, kontrasepsi tersebut hanya beredar di AS dan belum dipasarkan ke negara lain termasuk ke Indonesia.

Beri Komentar