Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagian besar para perokok sudah tahu akan bahaya rokok terhadap kesehatannya. Tapi sayang, hal tersebut tak membuat mereka jera dan berhenti merokok. Peringatan di kemasan bahkan gambar-gambar mengerikan juga tak lantas membuat para perokok menghentikan kebiasaannya.
Hal tersebut lantaran mereka sudah kecanduan. Zat nikotin membuat perokok akan mengalami gejala gelisah jika tak lagi merokok. Menurut Health Claim Senior Manager Sequis, dr. Yosef Fransiscus, sifat candu rkokok membuat seseorang yang mencoba merokok bisa merasa ketagihan dan sulit melepaskan dalam kondisi apapun.
"Kebiasaan lain dari perokok adalah mengajak orang lain mencoba merokok. Bahkan dengan keuangan terbatas, seorang perokok berat akan memilih menggunakan uangnya untuk mengonsumsi rokok," ujar dr. Yosef dalam rilis yang diterima Dream.co.id, 30 Mei 2018.
Dalam sebatang rokok, terdapat 4.000 macam zat kimia. Sebanyak 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan manusia. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, karbon monoksida dan radikal bebas.
Efek racun yang terkandung pada rokok dapat membuat perokok memiliki risiko mengalami berbagai penyakit dibanding yang tidak merokok. Seperti 14 kali lipat berisiko menderita kanker paru-paru, 8 kali lipat berisiko menderita kanker esophagus, 2 kali lipat berisiko kanker kandung kemih dan 6 kali lipat berisiko terkena serangan jantung.
Vice President of Life Operation Division Sequis, Eko Sumurat mengatakan, bahaya rokok bukan hanya pada kesehatan namun juga menjadi faktor penyebab berkurangnya kesejahteraan dan meningkatnya kemiskinan.
"Apalagi jika perokok adalah pencari nafkah akan sangat berisiko terserang berbagai penyakit tersebut di atas dan akan menggerus finansial keluarga. Perokok dan mereka yang sudah berhenti merokok sebaiknya memikirkan kemungkinan terganggunya kesehatan dan segera memberikan perlindungan pada finansial keluarga," kata Eko.
Menyadari risiko sakit dan kebutuhan akan perawatan medis yang berkualitas, Sequis hadir melalui beragam produk asuransi jiwa dan kesehatan melindungi dari risiko finansial dan risiko kehidupan.
“Sequis menyediakan Sequis Q Early Payout Critical Illness Plus Rider yang memberikan perlindungan penyakit kritis dari tahap awal hingga lanjutan yang meliputi 120 kondisi penyakit kritis,” tutur Eko.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
