Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Berbuka Puasa.
Dream – Saat berpuasa, selama 12 jam, tubuh tidak menerima asupan makanan sehingga kadar gula menurun. Saat berbuka puasalah tubuh harus mendapat asupan makanan sehingga kadar gula darah kembali normal.
Meski demikian, belum banyak masyarakat yang belum memahami asupan makanan apa saja yang baik untuk berbuka puasa, sehingga bisa membuat kadar gula dalam darah kembali normal.
Menurut keterangan tertulis perusahaan food and beverage, Amerta Indah Otsuka, yang diterima Dream, Rabu 30 Mei 2018, saat berbuka sebaiknya memilih minuman yang manis agar kadar gula dapat meningkat.
Setelah itu, barulah memakan camilan yang low glikemik indeks (GI). Panganan ini akan membantu orang yang berpuasa tidak kalap ketika sedang berbuka puasa.
Sekadar informasi, GI adakah sebuah angka atau rangking pada suatu makanan yang berkabohidrat. Kenaikan gula darah sesaat setelah kita mengonsumsi makanan berkisar 0—100.
Semakin rendah angka GI, maka semakin lambat pula peningkatan kadar gula darah setelah mengonsumsinya. Selain itu, makanan low GI bisa membuat perut kenyang lebih lama karena dicerna perlahan dalam tubuh.
Pentingnya makanan yang mengandung GI rendah pada saat berbuka mampu membantu mengendalikan nafsu makan yang berlebihan karena dicerna secara perlahan sehingga membuat perut kenyang lebih lama.
Salah satu makanan yang mengandung GI rendah adalah kedelai, sehingga baik dikonsumsi sehari hari sebagai kedelai utuh maupun olahannya. Selain rasa yang enak manfaat kedelai juga sangat banyak.
Pakar kedelai dari Institut Pertanian Bogor, Made Astawan, mengatakan bahwa kandungan yang terdapat dalam kedelai di antaranya protein, vitamin, mineral, isoflavon, prebiotik, serat, dan asam lemak tak jenuh. Kedelai sangat berperan penting dalam pengembangan pangan fungsional.
“Makanan yang berbasis kedelai mampu membuat rasa kenyang lebih lama sehingga kita dapat mengatur berat badan secara ideal,” kata dia.
Sementara, Corporate Communication Director Amerta Indah Otsuka, Ricki Suhendar, mengatakan, SOYJOY merupakan salah satu makanan yang berbahan dasar tepung kedelai utuh dan memiliki GI yang rendah.
“Sangat baik untuk membantu menjaga nafsu makan pada saat berbuka,” kata Ricki.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya