Jangan Kesal Dulu, Tidur Lama Pas Weekend Bikin Panjang Umur

Reporter : Syahid Latif
Senin, 28 Mei 2018 09:42
Jangan Kesal Dulu, Tidur Lama Pas Weekend Bikin Panjang Umur
Tapi jangan salah. Terlalu lama tidur juga tak baik buat kesehatan. Bahkan jadi berbahaya.

Dream - Sebal melihat pasangan yang selalu tidur seharian di akhir pekan? Tenang, jangan kesal dahulu. Sebuah penelitan terbaru membuktikan tidur dalam waktu lama di hari Sabtu atau Minggu ternyata memiliki faedah.

Selama ini para ilmuwan memang meyakini ada hubungan antara lama waktu tidur dan angka harapan hidup manusia. Dan penelitian terbaru mengungkapkan hal itu seperti diterbitkan dalam Journal of Sleep Research.

" Ini merupakan penelitian yang sangat berguna, meski kerap terlewatkan untuk ditelisik secara lebih seksama," ujar Torbjörn Åkerstedt, rekan penulis dari penelitian itu dikutip dari Liputan6.com dari dari CNN.

Hasil penelitian itu membuat Akerstedt dan rekan peneliti " cukup terkejut" . Apalagi saat mereka memutuskan fokus studi pada dampak positif dari aktivitas tidur di akhir pekan.

" Rupanya, tidur pada akhir pekan dapat mendukung seseorang meraih angka harapan hidup yang lebih tinggi," kata Åkerstedt, yang juga merupakan seorang profesor pada Stress Research Institute di Stockholm University.

Studi ini melibatkan pengamatan terhadap 43.880 orang di Swedia dengan mengajukan pertanyaan rutin tentang kebiasaan tidur selama 13 tahun.

Hasilnya ditemukan jika orang yang tidur teratur sekitar lima jam, termasuk pada akhir pekan, memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang membiasakan beristirahat selama rata-rata tujuh jam setiap hari.

Namun bukan berarti tidur lebih lama membuat angka harapan hidup menjadi lebih baik. Sebaliknya, orang yang sering memiliki durasi tidur lebih dari tujuh jam, berisiko mengalami risiko kematian dini yang hampir sama besar dengan mereka yang kekurangan waktu tidur.

Menariknya, ketika kelompok yang kekurangan waktu tidur di hari kerja memutuskan untuk istirahat cukup di akhir pekan, risiko kematian dini berkurang cukup drastis sekitar 30 persen.

Sayangnya, fakta tersebut tidak berlaku pada kelompok lansia, atau mereka yang berada di atas usia 65 tahun.

Akerstedt mencatat bahwa tidur selama tujuh jam bukanlah aturan yang baku, karena beberapa orang mungkin membutuhkan lebih banyak, dan yang lainnya bisa saja kurang.

" Jika Anda bisa lancar beraktivitas tanpa halangan, maka bisa jadi durasi tidur yang Anda jalani telah berada di tingkat setara dengan apa yang diinginkan oleh tubuh," jelas Åkerstedt.

Sudah lama kita ketahui jika seseorang yang kurang tidur berisiko mengalami penurunan fungsi jantung dan organ tubuh penting lainnya. Biasanya orang yang mengalaminya mengalami rasa cemas dan tertekan.

Meski begitu, terlalu lama tidur pun berisiko sama buruknya bagi kesehatan manusia, karena cederung melemahkan daya fokus dan fungsi motorik.

(Sah, Liputan6.com/Happy Ferdian Syah Utomo)

 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik