Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak hal yang membuat seseorang mengalami stres. Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, keuangan dan masih banyak lagi. Emosi dan pikiran bisa terkuras karena stres.
Kondisi stres memang berasal dari pikiran, namun efeknya bisa begitu besar bagi tubuh.
Dikutip dari Self, level stres yang tinggi dan berlarut-larut akan menimbulkan gejala fisik yang mungkin tak disadari.
Penting bagi Sahabat Dream untuk tahu bagaimana gejala fisik saat pikiran sedang didera stres. Jangan sampai tubuh dan pikiran dikuasai stres, cari cara untuk menurunkan levelnya.
Apa saja yang terjadi pada fisik saat kadar stres begitu tinggi? Sakit kepala, otot yang sangat tegang, lemas, nyeri dada, kehilangan hasrat seksual, asam lambung, tak bisa tidur dan gelisah.
Bisa juga nafsu makan menjadi menggilan saat seseorang didera stres berat. Dengan makan mereka berharap pikiran menjadi lebih tenang.
Ada juga yang sebaliknya, tak mau makan sama sekali. Kondisi ini tak bisa dibiarkan.
Kamu harus bisa mengontrol stres dengan baik, misalnya dengan olahraga, latihan pernapasan, bersosialisasi dengan teman, atau mungkin melakukan hobi. Sebisa mungkin jangan sampai stres dan masalah yang ada membuat kamu jadi menarik diri.
Perbaiki juga pola makan dan minum. Perbanyak makan ikan, daging dan lemak nabati serta asupan lain kaya zat besi. Hindari juga rokok, karena stres malah bisa membuat
seseorang jadi lebih banyak dan lebih sering merokok dari biasanya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang