Duh, Jogging Sambil Bawa HP Berefek Buruk Bagi Kesehatan

Reporter : Sugiono
Kamis, 10 Oktober 2019 15:48
Duh, Jogging Sambil Bawa HP Berefek Buruk Bagi Kesehatan
Tahukah Sahabat Dream, lari pagi sambil menenteng ponsel adalah kebiasaan buruk yang sebaiknya ditinggalkan?

Dream - Membawa ponsel sambil melakukan aktivitas olahraga seperti jogging atau lari pagi sudah menjadi kebiasaan baru di kalangan masyarakat.

Kebiasaan ini mungkin terpengaruh oleh mudahnya berkomunikasi dan mengakses informasi di manapun dan kapanpun. Sehingga saat lari pagi saja harus membawa ponsel.

Ada juga yang membawa ponsel karena celana olahraga yang dipakainya tidak memiliki kantong atau tidak mau repot keluar uang untuk beli sarung ponsel seperti sport armband sehingga harus dipegang dengan tangan.

Tapi tahukah Sahabat Dream, lari pagi sambil menenteng ponsel adalah kebiasaan buruk yang sebaiknya ditinggalkan?

1 dari 6 halaman

Mengapa?

Selain menimbulkan risiko ponsel terjatuh, memegang ponsel sambil lari bisa menyebabkan luka atau cedera pada panggul dan bahu, kata para ahli.

Jogging© Pixabay

Pelatih lari atletik asal Inggris, Alexa Duckworth-Briggs, mengatakan lari pagi sambil membawa ponsel mungkin tampak tidak berbahaya.

" Namun bisa menyebabkan cedera di masa mendatang. Ketika lari sambil memegang sebuah benda, akan ada efek tidak langsung pada gaya berjalan Anda di kemudian hari," kata Alexa.

Menurut Alexa, aktivitas seperti itu bisa memicu ketidakseimbangan pada otot, yang memengaruhi distribusi berat di seluruh tubuh. Hal ini akan membuat olahraga lari menjadi kurang efisien.

" Artinya, Anda menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah cedera otot, terutama di kaki, pinggul, dan di bahu," lanjut Alexa.

2 dari 6 halaman

Berat Tubuh Jadi Tidak Seimbang

Saat memegang ponsel, secara tidak sadar kamu menambahkan berat pada satu sisi tubuh, dan membuat lengan pada posisi yang tidak wajar.

Jogging© Pixabay

Sehingga kamu terpaksa menyeimbangkan berat badan dengan cara yang merusak. Tubuh bisa mengalami cedera atau lama-lama menjadi bongkok.

Sarung ponsel seperti sport armband yang dililitkan di lengan juga bukan solusi yang baik ketika melakukan aktivitas lari pagi.

Apalagi ukuran ponsel semakin lama semakin besar dan berat saat ini. Sehingga dampaknya yang bisa menyebabkan cedera semakin nyata.

3 dari 6 halaman

Solusinya Memakai Ikat Pinggang

Alexa menyarankan untuk memakai ikat pinggang yang ada tas di bagian tengah. Dengan menaruh ponsel di bagian tengah, maka beratnya menjadi seimbang.

Jogging© Pixabay

" Orang-orang cenderung selalu memegang ponsel dengan tangan yang sama. Hal ini terkait dengan sebuah kebiasaan. Tapi yang menjadi masalah di sini adalah terjadinya pengulangan gerakan mengayun yang mencapai ribuan kali selama 30 menit," kata Alexa.

 

4 dari 6 halaman

Jaga Keseimbangan

Dengan membuat satu lengan lebih berat, akan mengubah momentum anggota tubuh tersebut. Hal ini akan memaksa tubuh untuk berusaha menyamakan ketidakseimbangan dengan memerintahkan otot-otot tertentu bekerja lebih keras daripada yang lain. Di sinilah cedera regangan berulang akan terjadi.

Jadi, menggunakan ikat pinggang dengan tas di tengah atau menyediakan kantong kecil di bagian belakang legging akan mencegah cedera yang disebabkan oleh ponsel. Dan, tentu saja, cara ini akan melindungi ponsel itu sendiri dari terjatuh saat berlari. (mut)

Sumber: Metro News

5 dari 6 halaman

Mengapa Kita Menekuk Lengan Saat Berlari?

Dream - Saat berlari atau berjalan, kaki bekerja kuat agar aktivitas itu berjalan dengan baik dan sempurna.

Namun tanpa disadari, lengan sebenarnya juga memiliki peran yang tak kalah pentingnya dari kaki.

Saat kita berjalan, lengan biasanya tergantung secara alami dalam posisi lurus di sisi tubuh. Saat berlari, lengan dalam posisi mengayun sambil menekuk di bagian siku.

Selama ini mungkin banyak yang tidak tertarik dengan fenomena ini. Namun bagi para ilmuwan, mengetahui lengan menekuk saat berlari ini merupakan sebuah teka-teki yang menarik.

Mengapa Kita Menekuk Lengan Saat Berlari?© MEN

Para peneliti baru-baru ini menyelidiki bagaimana posisi lengan memengaruhi efisiensi energi saat berjalan dan berlari.

Mereka juga menemukan, berjalan dengan lengan ditekuk sebenarnya kurang efisien daripada berjalan dengan lengan lurus.

Menurut hipotesis awal studi terbaru di Journal of Experimental Biology yang terbit 9 Agustus 2019 menghasilkan, lengan yang ditekuk memiliki busur yang lebih pendek daripada lengan lurus.

Oleh karena itu, lengan yang ditekuk membutuhkan lebih sedikit energi untuk berayun maju dan mundur. Sehingga seharusnya lebih efisien tidak hanya untuk berlari, tapi untuk berjalan juga.

 

Tetapi, jika lengan yang ditekuk lebih hemat energi, mengapa para pejalan kaki tidak secara alami menekuk lengan mereka?

Untuk mengetahui jawabannya, penulis studi meneliti pergerakan delapan orang - empat pria dan empat wanita - di atas treadmill.

Saat subjek berjalan dan berlari (melakukan kedua aktivitas dengan lengan lurus dan kemudian dengan lengan ditekuk), para ilmuwan menggunakan kamera inframerah dan perangkat lunak gerak untuk merekam gerakan subjek dan membuat model digital 3D tubuh mereka.

Dua minggu kemudian, subjek mengulangi sesi treadmill mereka sambil mengenakan masker pernapasan. Sehingga para peneliti dapat mengumpulkan data metabolisme yang mewakili penggunaan energi subjek.

6 dari 6 halaman

Berjalan dengan Lengan Ditekuk Boros Energi

Ketika subjek berlari dengan lengan lurus di kedua sisi tubuh, mereka mengaku terasa aneh. Tetapi tidak ada perbedaan mencolok dalam efisiensi energi, terlepas mereka menekuk atau meluruskan lengan.

Namun, ketika subjek berjalan dengan tangan ditekuk, pengeluaran energi mereka meningkat sekitar 11%.

Hal itu karena, subjek membutuhkan lebih banyak upaya untuk menjaga lengan mereka tetap ditekuk saat bergerak dengan kecepatan yang relatif lambat.

Ilustrasi© Shutterstock

Eksperimen ini menjelaskan, mengapa orang-orang secara alami meluruskan lengan mereka ketika berjalan kaki. Tetapi alasan umum kenapa kita menekuk lengan saat berlari masih menjadi misteri.

Menurut sebuah studi 2014, mengayunkan lengan menghabiskan energi saat berlari. Tetapi menahannya agar tidak mengayun membutuhkan lebih banyak energi.

" Itu karena mengayunkan lengan akan mengurangi gerakan tubuh," penelitian itu melaporkan.

Sementara studi terbaru mengungkapkan bahwa hubungan antara pergerakan lengan dan gaya berjalan bisa menjelaskan bagaimana proporsi lengan telah berevolusi pada manusia.

(ism, Sumber: LiveScience)

Beri Komentar